Paripurna HUT ke-24, PPU Tegaskan Peran Strategis Daerah Penyangga IKN
- 11 Mar 2026 14:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-24 Kabupaten PPU, Rabu 11 Maret 2026. Momentum ini menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD PPU, Raup Muin dan dihadiri Bupati PPU Mudyat Noor, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah PPU Tohar, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Abdul Waris Muin menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini menjaga suasana kondusif di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Ia menilai kondisi yang aman, damai, dan demokratis menjadi modal penting dalam menjalankan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Menurutnya, pada usia ke-24 tahun, Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Posisi geografis PPU sebagai daerah penyangga IKN membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi dan infrastruktur daerah.
“Hal ini menjadi peluang besar sekaligus tanggung jawab bagi kita semua untuk mempersiapkan daerah agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah juga menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, salah satunya penurunan kapasitas fiskal yang berdampak pada alokasi anggaran. Kendati demikian, berbagai program prioritas tetap dijalankan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.
Salah satu capaian pembangunan yang disampaikan adalah penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan di Kabupaten PPU pada 2025 turun dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 5,58 persen pada 2025. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 10.780 jiwa menjadi 9.340 jiwa.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah menjalankan Program Kartu Penajam Cerdas (KPC) yang diberikan kepada 5.404 siswa kelas satu SD dan SMP dengan bantuan Rp600 ribu per siswa per tahun. Program ini direncanakan diperluas pada 2026 untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah.
Selain itu, Pemkab PPU juga memberikan beasiswa pendidikan mulai dari jenjang SD hingga S3 yang telah menjangkau 1.459 penerima, termasuk bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp37 miliar untuk Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan bagi 83.924 jiwa masyarakat. Program tersebut turut mengantarkan Kabupaten Penajam Paser Utara meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award.
Pemerintah daerah juga memperkuat perlindungan sosial melalui program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan petani yang telah menjangkau sekitar 22 ribu orang pada 2025. Program ini direncanakan akan diperluas bagi para nelayan.
Di bidang ekonomi, Pemkab PPU terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga saat ini, sebanyak 19.406 pelaku usaha telah difasilitasi memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) serta mendapat pendampingan sertifikasi halal, pelatihan produksi, hingga akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sementara itu, pada sektor pertanian, pemerintah daerah mengembangkan program food estate seluas 500 hektare di Kecamatan Babulu. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.
Penguatan pelayanan publik juga menjadi perhatian pemerintah daerah melalui digitalisasi layanan pemerintahan. Pada 2025, Indeks Pelayanan Publik Kabupaten PPU mencapai nilai 4,25 dengan kategori A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, meningkat dari nilai 3,75 pada tahun sebelumnya.
Pemkab PPU juga telah meluncurkan Mall Pelayanan Publik Digital untuk mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan secara terintegrasi dan lebih cepat.
Selain capaian pembangunan, pemerintah daerah juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya penghargaan keterbukaan informasi publik tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Treasury Award 2025, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah, hingga penghargaan revitalisasi bahasa daerah pada Festival Bahasa Ibu Nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD PPU Raup Muin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-24 Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai penguat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Ia juga mengingatkan kembali sejarah terbentuknya Kabupaten Penajam Paser Utara yang lahir dari perjuangan para tokoh pemekaran hingga akhirnya resmi berdiri sebagai daerah otonom pada tahun 2002.
“Perjuangan panjang para tokoh pendiri daerah menjadi landasan penting bagi kita semua untuk terus melanjutkan pembangunan dan memajukan Kabupaten Penajam Paser Utara,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....