Polwan PPU Bekali Pelajar Hadapi Ancaman di Era Digital
- 24 Agt 2026 14:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu cara Polwan Polres Penajam Paser Utara mencegah kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga risiko penggunaan media digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Polwan Goes to School di SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara, Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan digelar menjelang Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia.
Kehadiran Polwan tidak hanya sebagai pembina upacara. Para personel juga berdialog dan memberikan edukasi mengenai persoalan yang dekat dengan kehidupan pelajar, termasuk kekerasan seksual terhadap anak, bullying, penggunaan gawai, media sosial, serta bahaya narkoba.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Pakor Polwan Polres PPU, Ipda Nursidah mengatakan, pendekatan langsung ke sekolah diperlukan agar pelajar memiliki pemahaman untuk menjaga diri dan membangun pergaulan yang sehat.
“Melalui Polwan Goes to School, kami ingin memberikan edukasi sekaligus mengajak siswa mencegah berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan bullying,” ujar Nursidah.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya muncul dari lingkungan pergaulan secara langsung. Perkembangan teknologi membuat pelajar juga berhadapan dengan berbagai risiko melalui perangkat digital dan media sosial.
Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pelajar. Media sosial dapat menjadi sarana belajar dan berkomunikasi, tetapi juga dapat menjadi ruang munculnya perundungan dan paparan konten negatif.
Nursidah mengingatkan pelajar agar tidak mudah mengikuti konten maupun perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri. Siswa juga didorong berani berbicara dan melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan kekerasan.
“Kami mengajak para siswa agar tidak mudah terpengaruh konten negatif dan tidak melakukan perundungan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Mereka juga harus berani melapor jika mengetahui tindakan kekerasan,” ucapnya.
Persoalan narkoba turut menjadi perhatian dalam edukasi tersebut. Para pelajar diingatkan agar memiliki keteguhan untuk menolak narkoba dan tidak mudah terbawa pengaruh lingkungan yang dapat mengganggu pendidikan serta masa depan mereka.
Dalam konteks pencegahan, sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membangun kesadaran sejak dini. Guru dan orang tua juga memiliki peran dalam mengenali perubahan perilaku anak serta menciptakan lingkungan yang membuat pelajar merasa aman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Karena itu, Polwan Polres PPU mendorong penguatan komunikasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan kepolisian. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar persoalan yang menyangkut keselamatan dan perkembangan anak dapat dicegah sebelum berkembang lebih jauh.
Kegiatan di SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara mendapat respons positif dari pihak sekolah. Guru, staf, dan pelajar mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Bagi Polwan Polres PPU, kegiatan tersebut sekaligus memperluas fungsi kepolisian di lingkungan pendidikan. Kehadiran polisi tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga pencegahan dan edukasi yang dapat membangun kepercayaan pelajar.
Momentum Hari Jadi ke-78 Polwan RI kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat pesan tersebut. Pengabdian Polwan diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, termasuk perlindungan dan pembinaan generasi muda.
Nursidah berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Para pelajar diharapkan mampu menerapkan pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan pergaulan.
“Kami berharap para siswa menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter, berani berkata tidak terhadap narkoba dan perundungan, serta mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal positif,” katanya, mengakhiri.
Melalui Polwan Goes to School, Polres PPU berupaya membangun ruang komunikasi yang lebih terbuka dengan pelajar. Pendekatan tersebut diharapkan membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus membentuk generasi muda yang mampu menghadapi tantangan sosial dan digital secara lebih bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....