Gangguan Kesadaran dan Hipoglikemia Dominasi Kasus Darurat di Samarinda

  • 09 Mar 2026 09:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO,ID, Samarinda - Tim Doctor On Call milik Dinas Kesehatan Kota Samarinda mencatat sejumlah kasus kedaruratan medis yang cukup sering ditangani sejak Januari hingga memasuki Ramadan 2026 di Kota Samarinda. Kasus yang paling banyak ditemukan di lapangan adalah pasien dengan penurunan kesadaran.

Dokter umum Doctor On Call Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Abdul Hakam Asyafaq, mengatakan selain penurunan kesadaran, timnya juga menangani pasien dengan riwayat penyakit kronis.

“Selama Januari sampai Februari hingga Ramadan ini yang paling banyak kami temukan itu penurunan kesadaran, pasien hipertensi, gula darah rendah pada pasien diabetes, dan juga ada pasien stroke,” ujarnya kepada rri.co.id, Senin 9 Maret 2026.

Menurut Hakam, beberapa kasus yang ditangani berkaitan dengan penyakit penyerta yang sudah dimiliki pasien sebelumnya. Salah satunya, pasien diabetes yang mengalami hipoglikemia atau penurunan gula darah secara drastis.

Dalam kondisi seperti itu, tim medis biasanya melakukan penanganan awal langsung di rumah pasien. Jika kondisi pasien sudah stabil, barulah pasien dipindahkan ke ambulans untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan.

“Kalau pasiennya sudah stabil untuk ditransportasikan, baru kami pindahkan ke ambulans dan dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Tim Doctor On Call Dinas Kesehatan Samarinda yang siap siaga selama 24 jam. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Namun dalam beberapa kasus, pasien terlebih dahulu mendapatkan penanganan awal di puskesmas sebelum akhirnya dirujuk menggunakan ambulans Doctor On Call. Seperti kasus yang terjadi di Sungai Siring Samarinda.

“Kalau di Sungai Siring itu pasiennya sudah ditangani di puskesmas dulu, baru kami pindahkan ke ambulans untuk penanganan selanjutnya,” ujarnya.

Hakam menuturkan, kendala yang paling sering ditemui di lapangan berkaitan dengan keterbatasan obat-obatan yang tersedia di mobil layanan tersebut.

Selain itu, tim Doctor On Call hanya membawa peralatan yang difokuskan untuk kondisi kegawatdaruratan, sehingga apabila ada pasien memerlukan penanganan medis yang lebih lengkap, harus segera dirujuk.

“Obat yang kami bawa memang khusus untuk kondisi gawat darurat, jadi kalau membutuhkan obat lain biasanya kami sarankan untuk dirujuk,” katanya.

Meski memasuki Ramadan, Hakam memastikan tim Doctor On Call tetap siaga melayani masyarakat selama 24 jam. Petugas tetap bersiap menerima panggilan darurat kapan pun dibutuhkan.

“Walaupun sedang buka puasa atau sahur, kalau ada panggilan kami tetap langsung berangkat. Kami selalu standby,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....