Duta Genre Kaltim Ungkap Pentingnya Literasi Kesehatan Mental Remaja
- 05 Jul 2026 11:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat edukasi kesehatan mental bagi remaja melalui program penguatan konselor sebaya. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya angka gangguan kesehatan mental pada kelompok usia remaja, sekaligus meningkatkan kapasitas pendamping sebaya dalam memberikan dukungan psikososial kepada remaja di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Dalam kegiatan Penguatan Materi bagi Konselor Sebaya, Duta Generasi Berencana (Genre) Putri Kalimantan Timur 2025, Nayuthaya Nazwa Nanzani, memaparkan pentingnya literasi kesehatan mental sejak usia remaja. Menurutnya, pemahaman mengenai kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan psikologis, tetapi juga upaya pencegahan melalui pengelolaan emosi yang baik.
Nazwa mengungkapkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan satu dari tujuh remaja berusia 10 hingga 19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental. Namun, sebagian besar di antaranya belum memperoleh penanganan maupun pendampingan yang memadai.
Menurut Nazwa, kondisi tersebut dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan remaja, mulai dari prestasi akademik, hubungan sosial, hingga kualitas hidup di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental remaja.
"Salah satu keterampilan yang dapat membantu menjaga kesehatan mental adalah kemampuan mengenali dan mengelola emosi sejak dini," ujar Nayuthaya, pada Jumat 3 Juli 2026.
Nazwa menegaskan, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kemampuan memahami, menerima, dan mengelola emosi perlu diajarkan sejak usia remaja agar individu mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih sehat dan bijaksana.
"Masa remaja merupakan fase perkembangan yang dinamis. Berbagai perubahan biologis, psikologis, sosial, serta pengaruh lingkungan dan media digital membuat remaja lebih rentan mengalami gejolak emosi yang intens," kata Nazwa.
Karena itu, menurut Nazwa, kehadiran konselor sebaya memiliki peran strategis sebagai pendamping yang dekat dengan kehidupan remaja sehari-hari. Konselor sebaya dinilai mampu menjadi ruang aman bagi remaja untuk berbagi pengalaman, memperoleh dukungan emosional, serta mendapatkan informasi yang benar terkait kesehatan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....