Pembinaan Gepeng Berjalan, Dinsos Akui Masih Ada yang Kembali Menggelandang
- 14 Jul 2026 12:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah melalui Dinas Sosial terus melakukan upaya rehabilitasi terhadap penyandang masalah sosial, termasuk gelandangan dan pengemis (gepeng). Meski sebagian berhasil berubah setelah mendapatkan pembinaan, masih ditemukan kasus individu yang kembali ke jalan akibat berbagai faktor.
Kepala UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Harapan Mulia, Robby Irawan, saat menjadi narasumber dalam obrolan SPADA PRO 2 RRI Samarinda Senin, 13 Juli 2026 mengatakan proses pembinaan mampu memberikan perubahan bagi sejumlah penerima layanan. Namun, keberhasilan tersebut juga bergantung pada kemauan individu untuk memperbaiki kondisi kehidupannya.
“Berapa banyak yang sudah berjalan, ternyata mereka ini setelah dibina itu bisa sebetulnya berubah. Bisa sebetulnya berubah dan mereka banyak yang bersyukur terkait itu,” ujarnya.
Menurutnya, setelah menjalani pembinaan, sejumlah penyandang masalah sosial dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya di masyarakat. Namun, ada pula yang masih mengalami kesulitan untuk berubah, terutama mereka yang memiliki gangguan mental atau sudah memasuki usia tidak produktif.
“Tapi ada juga yang memang tidak bisa itu mungkin karena pengaruh sudah karena gangguan mental. Jadi sudah tidak bisa berubah itu,” katanya.
Robby menjelaskan, pihaknya melakukan pendampingan selama proses pembinaan, termasuk melalui pekerja sosial yang memantau perkembangan perilaku dan kondisi penerima layanan. Setelah selesai dibina, proses monitoring dan evaluasi tetap dilakukan untuk melihat kemungkinan mereka kembali ke kondisi sebelumnya.
“Sama itu, namanya pemberdayaan itu pastilah monitoring dan evaluasi itu kita lakukan, tinggal berkalanya berapa bulan atau berapa triwulan atau satu tahun sekali,” ucapnya.
Ia menambahkan, salah satu tantangan dalam penanganan gepeng adalah mengubah pola pikir mereka yang sudah lama berada dalam kondisi tersebut. Karena itu, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pelatihan keterampilan, tetapi juga pendampingan agar mereka mampu kembali hidup mandiri.
“Karena memang yang agak susah ini adalah merubah mindset mereka, karena mereka sudah lama berada di zona nyaman. Itu yang harus kita rubah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....