Sistem Navigasi Baru Dipasang di Kolong Jembatan Mahakam Samarinda

  • 05 Mar 2026 12:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Sistem navigasi dan pemantauan kondisi perairan dipasang di sekitar Jembatan Mahakam, Kota Samarinda, untuk meningkatkan keselamatan pelayaran kapal yang melintas di Sungai Mahakam. Perangkat ini diharapkan membantu nahkoda dan perwira pandu dalam menentukan jalur pelayaran yang aman, terutama saat malam hari maupun ketika jarak pandang terbatas.

Dua perangkat yang dipasang yakni Port Entry Light (PEL) serta sistem sensor monitoring kondisi perairan. Pemasangan perangkat tersebut dilakukan oleh PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai bagian dari upaya peningkatan standar keselamatan navigasi di kawasan perairan yang memiliki lalu lintas kapal cukup padat.

Direktur Operasi dan Teknik SPJM Edward DN Napitupulu menjelaskan, pemasangan Port Entry Light telah dimulai sejak September 2024. Alat ini berupa lampu suar navigasi berintensitas tinggi yang berfungsi memandu kapal memasuki jalur pelayaran, termasuk saat melintas di kolong jembatan.

“Port Entry Lights memang banyak digunakan di pelabuhan internasional yang memiliki alur pelayaran sempit atau lalu lintas kapal padat. Lampu ini menjadi standar keamanan penting untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam,” ujar Edward.

Ia mengatakan karakteristik pemanduan kapal di Sungai Mahakam memiliki tantangan tersendiri. Selain kondisi arus sungai yang dinamis, kapal juga harus melewati ruang terbatas di bawah Jembatan Mahakam sehingga memerlukan panduan navigasi yang lebih akurat.

Karena itu, keberadaan lampu navigasi tersebut diharapkan membantu nahkoda dan perwira pandu memastikan posisi kapal tetap berada pada jalur pelayaran yang aman saat melintas. Dengan panduan visual yang lebih jelas, potensi insiden di area kolong jembatan dapat diminimalkan.

Selain lampu navigasi, sistem sensor pemantauan kondisi perairan juga dipasang pada Januari 2026 di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu. Sensor tersebut berfungsi memantau kecepatan arus sungai serta jarak antara permukaan air dengan struktur jembatan atau yang dikenal sebagai clearance jembatan.

Informasi dari sensor ditampilkan melalui monitor yang dipasang di railing Jembatan Mahakam. Sementara di Stasiun Pandu dekat Jembatan Mahulu dipasang alat sensor ketinggian muatan kapal menggunakan teknologi laser range finder.

Seluruh sensor terhubung dalam sistem dashboard pemantauan berbasis web yang dapat memberikan informasi kondisi perairan secara aktual setiap satu menit. Sistem ini juga dilengkapi notifikasi peringatan apabila terdapat kapal dengan muatan yang melebihi batas ketinggian sesuai regulasi.

“Sensor ini akan membantu perwira pandu dan nahkoda kapal dalam melakukan pemanduan secara lebih akurat, aman, dan efisien. Informasi mengenai arus sungai dan jarak bebas jembatan sangat penting saat kapal melakukan olah gerak di perairan terbatas,” kata Edward.

Ia menambahkan, sistem tersebut juga meningkatkan kesadaran situasional bagi awak kapal saat melintas di bawah Jembatan Mahakam. Dengan pemantauan kondisi perairan secara real time, diharapkan pelayaran di Sungai Mahakam dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar.

Upaya ini menjadi bagian dari peningkatan standar keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam yang selama ini menjadi jalur penting transportasi sungai dan distribusi logistik di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....