Paddle Board Samarinda Hadirkan Aksi Memungut Sehelai Sampah

  • 06 Feb 2026 14:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Penggabungan olahraga paddle board dengan gerakan sosial memungut sehelai sampah mendapat respons positif dari berbagai kalangan komunitas di Samarinda. Aktivitas ini tidak hanya menghadirkan pengalaman olahraga air yang unik, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap kebersihan sungai sebagai ruang hidup bersama.

Anggota komunitas Paddle Board Samarinda, Bakhtiar atau yang akrab disapa Iyau menjelaskan  paddle board memiliki keunggulan dari sisi keselamatan dibandingkan perahu ketinting. “Menggunakan paddle board itu lebih aman. Kalau terjatuh, kita lebih mudah naik kembali karena papan ini sekaligus menjadi alat keselamatan. Selain itu, setiap peserta juga dilengkapi jaket pelampung untuk menambah perlindungan,” katanya kepada RRI, dalam program Obrolan Komunitas Pro1 Samarinda.

Ia melanjutkan, pengalaman menggunakan perahu menunjukkan tidak semua orang mampu mendayung dengan baik, terutama ketika membawa banyak penumpang. “Kalau perahu berat, tenaganya besar. Sementara paddle board lebih ringan, satu orang satu papan, sehingga bisa menjangkau area dangkal dan sempit,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran paddle board justru mendorong masyarakat kembali mempelajari kearifan lokal yang mulai ditinggalkan, yaitu keterampilan mendayung. Dijelaskannya, banyak warga yang sebenarnya tinggal di kawasan sungai, tetapi sudah jarang memiliki kemampuan dasar tersebut.

Sejauh ini, kegiatan memungut sehelai sampah dengan paddle board difokuskan di Sungai Karang Mumus. Namun, untuk aktivitas olahraga dan pengenalan paddle board, komunitas juga telah menjelajah Sungai Manggar, Sungai Mahakam, hingga kawasan wisata lainnya. Ia mengungkapkan, komunitasnya bahkan sempat mengikuti ajang adventure paddle sejauh tujuh kilometer di Sungai Manggar bersama peserta dari lima negara.

Paddle board juga diperkenalkan di desa wisata dan wilayah lain di Kalimantan Timur. “Di Kutai Kartanegara juga sudah mulai banyak yang menggunakan paddle board sebagai sarana berkegiatan di perairan, termasuk pemanfaatannya sebagai alat mitigasi bencana,” katanya menambahkan.

Dari sisi dampak sosial, ia mengatakan, kehadiran paddle board memberi energi baru bagi gerakan memungut sampah yang telah lama dijalankan. “Gerakan ini sudah lama, tentu ada kejenuhan. Dengan paddle board, orang jadi semangat lagi karena ada hal baru yang bisa dicoba,” ucapnya.

Ia menjelaskan dalam beberapa kegiatan, peserta yang ingin mencoba paddle board secara gratis diwajibkan ikut memungut sampah. Bahkan, aksi memungut sampah pernah dilombakan saat peringatan ulang tahun Gerakan Memungut Sehelai Sampah. Strategi ini terbukti efektif menarik peserta baru yang awalnya hanya penasaran mencoba pedal board.

Sementara itu, anggota paddle board samarinda yang lain, Faris, menyoroti paddle board sebagai sarana refreshing dan healing bagi masyarakat perkotaan. “Banyak pemula memilih berlatih di danau tenang seperti kawasan Teras Almulia sebelum turun ke sungai. Di sungai ada arus dan sampah, jadi danau menjadi alternatif yang lebih aman untuk pemula,” ujarnya.

Menurut Faris, ketertarikan masyarakat tidak berhenti pada tren sesaat. “Awalnya mungkin karena FOMO, tapi banyak yang akhirnya benar-benar menikmati dan rutin bermain. Ada anggota kami yang dari iseng, sekarang ikut mendayung sampai Sungai Manggar dan Mahakam,” katanya.

Dikatakan Faris, berada di atas papan di permukaan air memberikan rasa tenang dan fokus yang sulit didapat di darat. Aktivitas ini juga sangat visual dan fotogenik, sehingga menarik bagi generasi muda yang aktif di media sosial.

Melalui paddle board, olahraga air, gerakan sosial, dan kebutuhan rekreasi modern berpadu dalam satu aktivitas. Sungai tidak lagi hanya dipandang sebagai latar belakang kota, tetapi sebagai ruang hidup yang sehat, aman, dan memberi ketenangan bagi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....