Demo 215 di Samarinda Dikawal 1.290 Personel Gabungan dan Berakhir Kondusif
- 21 Mei 2026 21:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, memastikan aksi unjuk rasa Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim di Kantor Gubernur Kalimantan Timur dan Kejaksaan Tinggi Kaltim pada Kamis, 21 Mei 2026 berlangsung kondusif tanpa bentrokan maupun korban jiwa.
Massa aksi yang berjumlah sekitar 200 hingga 250 orang lebih dulu menggelar demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim sebelum bergeser ke Kantor Gubernur Kaltim pada siang hari.
“Mulai dari Kejaksaan Tinggi Kaltim, kemudian setelah dari kejaksaan mereka langsung bergeser ke Kantor Gubernur dengan massa sekitar 200 sampai 250 orang,” ujar Hendri Umar.
Ia menjelaskan, aksi di Kantor Gubernur mulai berlangsung sekitar pukul 13.30 Wita usai massa melakukan istirahat, salat, dan makan (isoma). Demonstrasi kemudian berakhir sekitar pukul 17.30 Wita setelah massa membubarkan diri secara tertib.
Menurut Hendri, situasi selama aksi tetap terkendali meski demonstrasi berlangsung cukup lama. Aparat gabungan juga memastikan tidak terjadi kericuhan antara massa dan petugas pengamanan di lapangan.
“Alhamdulillah massa membubarkan diri tanpa ada korban jiwa, bentrok, ataupun situasi yang tidak kondusif,” kata dia.
Pengamanan aksi ini, lanjutnya, melibatkan total 1.290 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan hingga relawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 160 personel ditempatkan di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim, sedangkan sisanya difokuskan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim.
Hendri merinci personel gabungan berasal dari Denpom, Yonzipur, Kodim 0901 Samarinda, Polresta Samarinda, personel BKO Direktorat Samapta Polda Kaltim, hingga Brimob.
“Batalyon Brimob juga kita panggil sekitar 240 personel. Satpol PP untuk pengamanan internal kantor gubernur, Damkar mengantisipasi kebakaran, Dishub mengatur lalu lintas, dan Dinas Kesehatan juga kita libatkan,” ujarnya.
Selain pengamanan di luar gedung, aparat juga mengawal jalannya dialog antara perwakilan massa aksi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu sekitar pukul 17.00 Wita. Pertemuan tersebut dihadiri Gubernur Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Sekitar 30 perwakilan massa aksi diterima langsung untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah daerah. Hendri berharap dialog tersebut dapat menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat tanpa harus menimbulkan konflik di lapangan.
“Kita berharap aspirasi masyarakat yang ditampung tadi bisa menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, sehingga situasi di Kaltim tetap kondusif,” ucap Hendri, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....