Sekolah Unggulan Samarinda Diminta Tak Perlebar Kesenjangan

  • 22 Mei 2026 14:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Kehadiran sekolah unggulan dan sekolah terpadu di Kota Samarinda diminta tidak justru memperlebar kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah. Pemerintah daerah dinilai harus tetap menjaga semangat pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah pinggiran kota.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi mengatakan semangat utama sistem zonasi dalam dunia pendidikan sebenarnya untuk menghadirkan pemerataan mutu pendidikan. Menurutnya, seluruh sekolah baik di pusat kota maupun pinggiran harus memiliki kualitas pendidikan yang sama baiknya.

Hal itu disampaikan Ismail Latisi usai menghadiri kegiatan Launching Karya dan Berbagi Praktik Baik Pendidikan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Aula Lantai 4 Disdikbud Samarinda, Jum'at 22 Mei 2026.

“Kalau kita berbicara tujuan utama zonasi itu pemerataan mutu pendidikan. Supaya tidak ada perbedaan antara sekolah yang ada di tengah kota maupun sekolah di pinggiran,” ujarnya.

Menurutnya, sistem zonasi dibangun agar masyarakat tidak lagi memiliki pandangan bahwa hanya sekolah tertentu yang dianggap berkualitas. Karena itu, pemerintah harus mampu memastikan kualitas pendidikan dapat dirasakan merata oleh seluruh siswa di Samarinda.

Ismail menilai kehadiran sekolah unggulan yang saat ini mulai dikembangkan Pemerintah Kota Samarinda memang memiliki tujuan positif untuk memfasilitasi siswa berprestasi dan memiliki kemampuan akademik yang baik.

Ia menyebut sekolah unggulan menjadi ruang bagi anak-anak dengan kemampuan tertentu untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih terarah melalui sistem seleksi akademik.

“Anak-anak cerdas dan pintar di Kota Samarinda itu bisa terfasilitasi dengan baik melalui sekolah unggulan,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan pembangunan sekolah unggulan tidak boleh membuat sekolah lain tertinggal. Menurutnya, pemerintah tetap harus meningkatkan kualitas sekolah umum agar tidak muncul kesenjangan pendidikan di tengah masyarakat.

“Kita berharap pemerintah ke depan mengupayakan agar sekolah-sekolah lain punya kualitas yang paling tidak mendekati sekolah unggulan,” ucapnya.

Selain kualitas sekolah, Ismail juga menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan berbasis teknologi di Samarinda. Menurutnya, perkembangan pendidikan digital saat ini harus dibarengi kesiapan sarana sekolah dan tenaga pengajar.

Ia mengatakan pelatihan coding dan digitalisasi bagi guru memang mulai dilakukan, namun tantangan terbesar saat ini adalah belum meratanya fasilitas teknologi pendidikan di sekolah.

“PR besar kita bukan hanya pelatihan gurunya, tapi juga fasilitasnya. Misalnya smart board, dalam satu sekolah baru beberapa ruang yang terpenuhi,” katanya.

Menurut Ismail, Samarinda tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan, terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara yang akan meningkatkan persaingan sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat kualitas pendidikan, baik melalui peningkatan mutu sekolah, pemerataan fasilitas maupun penguatan kualitas guru agar seluruh anak di Samarinda memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....