Ramadan di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Kelas IIA Samarinda Perbanyak Mengaji
- 09 Mar 2026 12:42 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an sayup-sayup terdengar dari dalam Masjid At-Taubah yang berada di komplek Lapas Kelas IIA Samarinda, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota, sore hari itu, Kamis 5 Maret 2026. Di pinggir tembok masjid, sejumlah warga binaan duduk bersila, masing-masing memegang mushaf.
Begitulah rutinitas warga binaan selama Ramadan. Setiap selepas salat zuhur hingga menjelang asar, mereka rutin melakukan tadarus dengan dibimbing oleh delapan orang pengajar.
Salah satunya, ialah Muhammad Harianto (47). Pria yang sudah mendekam di lapas selama kurang lebih tiga tahun ini mengajar sekitar 100 orang setiap harinya.
"Setiap hari itu ada tadarus. Kalau selama Ramadan itu mulai dari habis salat zuhur tadarus sampai menjelang asar. Nanti habis itu salat asar diteruskan lagi tadarus lagi sampai menjelang buka puasa," ucapnya, kepada rri.co.id.
Usai berbuka, para warga binaan beristirahat sejenak sebelum melaksanakan salat tarawih bersama. Setelah itu, mereka kembali melanjutkan tadarus Al-Qur’an.
Harianto mengungkapkan, awalnya dirinya hanya mengikuti kegiatan mengaji seperti warga binaan lain. Namun, ketika melihat masih ada teman-temannya yang belum lancar membaca Al-Qur’an, ia pun mulai membantu mengajarkan.
"Saya enggak langsung menawarkan diri mengajar," kata dia.
Di sisi lain, Harianto mengaku ingin memanfaatkan waktunya selama di lapas dengan lebih baik. Ia ingin menghabiskan waktu untuk hal-hal yang bernilai positif.
"Sayang kalau dibuang sia-sia. Jadi berhubung kita juga ada ilmu sedikit, kita saling berbagi ilmulah sesama," ujarnya.
| Baca juga: Tradisi yang Tetap Lestari di Kota Kembang |

Tak hanya Harianto, keinginan untuk bermanfaat bagi penghuni lapas lain juga dirasakan Sofyan Baktiar (49). Bersama Harianto, ia juga rutin mengajar ngaji setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis selama Ramadan.
Dirinya tidak membedakan siapa pun yang mau belajar membaca Al-Quran. Baik penghuni lapas lama maupun baru, semuanya ia ajari dengan ikhlas.
"Karena ingin berubah menjadi baik, sehingga kita mengajak orang agar bisa berbuat baik juga, yaitu mengaji," ucap pria yang sudah dua tahun tinggal di lapas.
Selain menjadi kegiatan rutin selama Ramadan, aktivitas mengaji juga menjadi bagian penting dalam pembinaan rohani warga di Lapas Kelas IIA Samarinda. Tadarus Al-Qur’an menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang dilakukan untuk mengisi waktu dengan hal positif, sekaligus memperdalam pemahaman agama para penghuni lapas sehingga diharapkan dapat menjadi insan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....