Mengukur Keberhasilan Ibadah di Bulan Ramadan
- 02 Mar 2026 11:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Banyak orang mengukur keberhasilan ibadah Ramadan sebatas menuntaskan puasa. Padahal, ibadah di bulan suci tidak hanya dinilai dari aspek fisik, tetapi dari sejauh mana predikat takwa mampu diraih.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Andi Muhammad Narto dari Muhammadiyah Samarinda dalam siaran Dialog Ramadan RRI, Rabu 25 Februari 2026. Menurutnya, terdapat sejumlah indikator untuk mengukur peningkatan ketakwaan selama Ramadan.
“Mungkin bisa kita kilas balik sebelum masuk bulan Ramadan kemarin. Apakah kita termasuk umat Nabi Muhammad saw. yang menyambut Ramadan dengan penuh riang gembira?” ujarnya.
Menurutnya, kegembiraan tulus dalam menyambut Ramadan menjadi sinyal awal adanya benih keimanan yang kuat. Selain itu, barometer takwa juga dapat diukur melalui kedekatan seorang Muslim dengan Al-Qur’an.
“Untuk mengukur apakah pribadi kita menjadi lebih bertakwa dari sisi Al-Qur’an, kita bisa melihat kondisi sebelum Ramadan. Apakah kita masih malas membaca, memahami, menghafalkan, mendakwahkan, dan menjaga Al-Qur’an,” kata Ustaz Andi.
Ia menjelaskan, indikator keberhasilan puasa terletak pada perubahan sikap terhadap Al-Qur’an, dari pribadi yang pasif menjadi aktif mencintai, membaca, serta menjaganya. Transformasi tersebut merupakan bentuk hijrah spiritual menuju pribadi yang lebih baik.
Lebih lanjut, indikator takwa mencakup aspek yang lebih luas, mulai dari membaca, memahami, menghafalkan, hingga mendakwahkan Al-Qur’an. Jika aktivitas tersebut mulai mewarnai hari-hari selama Ramadan, maka puasa yang dijalankan tidak sekadar rutinitas, melainkan proses pembentukan karakter dan peningkatan kualitas keimanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....