Ekuador Kejutkan Jerman, Lolos Dramatis ke Babak 32 Besar

  • 26 Jun 2026 07:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan kejutan besar. Ekuador membalikkan prediksi dengan menumbangkan juara Grup E, Jerman, 2-1 sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar setelah melalui drama yang menegangkan di New York New Jersey Stadium Jumat 26 Juni 2026.

Kemenangan itu terasa semakin manis karena Ekuador sempat tertinggal lebih dulu, sementara di waktu yang sama mereka juga bergantung pada hasil pertandingan lain. Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan setelah Pantai Gading mengalahkan Curacao 2-0, membuat Ekuador lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Jerman sebenarnya membuka laga dengan sangat meyakinkan. Baru dua menit pertandingan berjalan, Leroy Sane memanfaatkan umpan Florian Wirtz untuk menaklukkan Hernan Galindez. Gol cepat tersebut menjadi gol pertama Sane di turnamen mayor bersama tim nasional Jerman dalam penampilan ke-15-nya.

Namun keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit.

Ekuador yang sebelumnya menjalani 242 menit tanpa mencetak gol di Piala Dunia akhirnya memecahkan kebuntuan melalui Nilson Angulo. Gelandang muda tersebut melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang menembus kolong kaki Aleksandar Pavlovic sebelum bersarang di sudut gawang Manuel Neuer.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan.

Jerman memang tetap lebih dominan dalam penguasaan bola dan peluang. Kai Havertz, Jamal Musiala hingga Deniz Undav terus menekan pertahanan lawan. Bahkan Havertz sempat memperoleh hadiah penalti pada awal babak kedua sebelum VAR membatalkan keputusan wasit setelah menilai terjadi pelanggaran Sane terhadap Pedro Vite dalam proses serangan.

Keputusan VAR menjadi salah satu titik balik pertandingan.

Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece kemudian membuat keputusan berani dengan menarik sang kapten sekaligus pencetak sejarah Enner Valencia pada menit ke-64. Pergantian itu sempat dipertanyakan, namun justru menjadi langkah jitu.

Pemain pengganti Kevin Rodriguez menyundul bola hasil sepak pojok ke depan gawang dan disambut Gonzalo Plata yang lebih cepat daripada Manuel Neuer. Sontekan Plata pada menit ke-78 membawa Ekuador berbalik unggul sekaligus mengubah arah sejarah.

Jerman berusaha membalas hingga menit-menit akhir, tetapi pertahanan disiplin Ekuador mampu mempertahankan keunggulan sampai peluit panjang dibunyikan.

Selain itu, Meski telah memastikan status juara Grup E sebelum laga dimulai, kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi skuad Julian Nagelsmann.

Die Mannschaft gagal menyapu bersih tiga kemenangan fase grup untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Kekalahan tersebut juga menghentikan peluang mereka menyamai rekor nasional 12 kemenangan beruntun di semua ajang.

Lebih mengkhawatirkan lagi, lini belakang Jerman kembali menunjukkan kelemahan.

Mereka kini menjalani sembilan pertandingan Piala Dunia secara beruntun tanpa sekali pun mencatat clean sheet, menyamai rekor terburuk dalam sejarah tim nasional Jerman di ajang ini. Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah besar sebelum memasuki babak gugur yang dipastikan menghadirkan lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Di sisi lain, Manuel Neuer tetap menorehkan sejarah pribadi. Penampilan melawan Ekuador menjadi laga ke-22 sang kiper di Piala Dunia, menyamai rekor Lothar Matthäus dan Miroslav Klose sebagai pemain Jerman dengan penampilan terbanyak di turnamen tersebut.

Sementara itu, Keberhasilan Ekuador melaju ke babak 32 besar menjadi buah dari perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Mereka pernah memulai kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL dengan hukuman pengurangan tiga poin. Namun perlahan bangkit hingga finis di posisi kedua klasemen Amerika Selatan, di bawah Argentina.

Kini, hampir tiga tahun kemudian, perjuangan itu kembali membuahkan hasil.

Kemenangan atas Jerman memastikan Ekuador lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah setelah pencapaian pertama pada edisi 2006.

Menurut proyeksi Opta Supercomputer, Ekuador berpeluang menghadapi Inggris pada babak 32 besar. Apa pun hasilnya nanti, kemenangan atas Jerman menjadi bukti bahwa La Tri kembali menjadi salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

"Kami tahu harus menang dan percaya kesempatan itu akan datang. Para pemain menunjukkan keberanian luar biasa hingga menit terakhir," ujar pelatih Sebastian Beccacece seusai pertandinganm

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....