Inggris Ditantang Meksiko dan Atmosfer Neraka Stadion Azteca
- 06 Jul 2026 06:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan salah satu pertandingan paling sarat gengsi. Inggris akan menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca, Mexico City, Senin, 6 Juli 2026 pukul 08.00 WIB. Namun bagi The Three Lions, tantangan terbesar bukan hanya menghentikan permainan El Tri, melainkan juga menaklukkan atmosfer salah satu stadion paling angker dalam sejarah sepak bola dunia.
Di atas kertas, Inggris memiliki kualitas individu yang lebih baik. Namun Piala Dunia jarang ditentukan oleh kualitas di atas kertas. Azteca memiliki cara sendiri mengubah jalannya pertandingan.
Berdiri di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut, stadion legendaris tersebut telah menjadi "rumah berhantu" bagi banyak tim tamu selama puluhan tahun. Tipisnya kadar oksigen membuat pemain yang tidak terbiasa bermain di dataran tinggi lebih cepat kehilangan tenaga, sementara puluhan ribu suporter Meksiko mampu menciptakan tekanan psikologis sejak peluit pertama dibunyikan.
Thomas Tuchel menyadari timnya akan menghadapi ujian yang sama sekali berbeda dibanding saat menyingkirkan Republik Demokratik Kongo.
Inggris memang lolos dengan kemenangan 2-1 berkat dua gol telat Harry Kane. Namun penampilan mereka jauh dari meyakinkan. Selama lebih dari satu jam pertandingan, Inggris kesulitan membongkar pertahanan lawan dan bahkan nyaris mencatat salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah Piala Dunia mereka.
Kebangkitan itu memang memperlihatkan karakter The Three Lions, tetapi juga membuka sejumlah kelemahan yang dapat dimanfaatkan Meksiko.
Salah satunya berada di sektor kanan pertahanan.
Cedera yang dialami Reece James dan Jarell Quansah membuat posisi bek kanan menjadi titik paling rawan dalam skuad Inggris. Djed Spence yang tampil menggantikan belum menunjukkan performa meyakinkan, sementara kondisi Bukayo Saka dan Declan Rice juga masih terus dipantau tim medis.
Jika Rice gagal mencapai kondisi terbaiknya, Inggris akan kehilangan pemain yang selama ini menjadi penyeimbang antara lini belakang dan lini tengah.
Sebaliknya, Meksiko datang dengan kondisi jauh lebih ideal.
Tidak ada pemain inti yang mengalami cedera maupun skorsing. Pelatih Javier Aguirre juga memiliki keleluasaan mengubah pendekatan permainan, mulai dari skema menyerang 4-3-3 hingga formasi yang lebih defensif ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Keuntungan terbesar El Tri justru bukan terletak pada taktik.
Mereka akan bermain di depan publik sendiri.
Pada laga sebelumnya, Stadion Azteca menjadi saksi berakhirnya kutukan 40 tahun Meksiko tanpa kemenangan di fase gugur Piala Dunia setelah mengalahkan Ekuador 2-0. Kepercayaan diri para pemain meningkat drastis, sementara dukungan puluhan ribu suporter dipastikan kembali mengubah stadion menjadi lautan hijau.
Bagi Inggris, tekanan seperti ini bukan sesuatu yang biasa mereka hadapi.
Secara historis, rekor pertemuan memang berpihak kepada The Three Lions dengan enam kemenangan dari sembilan laga. Namun terdapat fakta menarik yang patut dicermati.
Seluruh kemenangan Inggris diraih di Wembley.
Sebaliknya, setiap kali bertandang ke Mexico City, Inggris belum pernah menang. Mereka hanya sekali bermain imbang dan dua kali menelan kekalahan. Pertemuan terakhir di ibu kota Meksiko bahkan dimenangkan El Tri dengan skor 1-0 pada 1985.
Satu-satunya pertemuan kedua negara di turnamen besar memang dimenangkan Inggris pada Piala Dunia 1966. Kala itu mereka menang 2-0 sebelum akhirnya mengangkat trofi juara dunia.
Namun situasi kali ini jauh berbeda.
Meksiko bermain sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh publik sendiri.
Laga ini juga menjadi panggung duel dua penyerang senior yang sama-sama sedang menikmati kebangkitan.
Harry Kane kembali membuktikan statusnya sebagai mesin gol Inggris setelah mencetak dua gol penentu kemenangan atas Republik Demokratik Kongo. Tambahan tersebut membuat koleksi gol internasionalnya mencapai 84 gol sekaligus menempatkannya di papan atas persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Di kubu lawan, Raúl Jiménez akhirnya mematahkan kutukan pribadinya. Setelah bertahun-tahun gagal mencetak gol di putaran final Piala Dunia, penyerang Fulham itu kini telah mencetak gol pada fase grup maupun babak gugur. Pengalaman dan ketenangannya akan menjadi senjata utama Meksiko menghadapi pertahanan Inggris.
Namun pertandingan ini kemungkinan besar tidak hanya ditentukan oleh ketajaman dua striker tersebut.
Pertarungan sesungguhnya akan terjadi di lini tengah.
Jika Declan Rice mampu mengendalikan ritme permainan, Inggris berpeluang mematahkan tekanan publik Azteca. Sebaliknya, bila gelandang-gelandang Meksiko mampu memaksa pertandingan berlangsung cepat dan penuh duel fisik, keuntungan akan berada di pihak tuan rumah.
Azteca sendiri memiliki sejarah panjang melahirkan kisah-kisah besar. Stadion ini pernah menjadi panggung dua final Piala Dunia, tempat Diego Maradona menciptakan "Gol Abad Ini" dan "Hand of God", serta arena berbagai pertandingan paling emosional dalam sejarah sepak bola.
Kini stadion tersebut kembali menunggu lahirnya cerita baru.
Bagi Inggris, kemenangan akan membuktikan mereka layak disebut kandidat juara. Namun bila gagal mengatasi tekanan atmosfer, ketinggian, dan semangat tuan rumah, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 bisa saja berakhir di tempat yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu stadion paling sulit ditaklukkan di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....