Cape Verde Pulang dari Piala Dunia 2026 dengan Kepala Tegak meski Langkah Terhenti

  • 06 Jul 2026 06:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Samarinda-Timnas Cape Verde pulang dari Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak.

Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar setelah kalah dramatis

2-3 dari Argentina, penampilan The Blue Sharks sukses mencuri perhatian

dunia. FIFA menyebut perjalanan Cape Verde sebagai salah satu kisah

paling inspiratif dalam turnamen tahun ini.

Negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat itu tampil melampaui

ekspektasi sejak fase grup. Berstatus sebagai salah satu tim dengan

peringkat FIFA terendah di antara peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde

justru mampu bersaing dengan tim-tim yang lebih berpengalaman hingga

memastikan tempat di fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Performa impresif tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Federasi

Sepak Bola Cape Verde, Mário Semedo. Dalam pernyataannya yang dikutip

FIFA Senin 6 Juli 2026 , Semedo menyebut para pemain telah memberikan

kebanggaan besar bagi seluruh rakyat Cape Verde. "Tim ini telah

menunjukkan kepada dunia siapa kami. Mereka bermain dengan hati,

keberanian, dan semangat yang luar biasa," ujar Semedo.

Pelatih Bubista juga menegaskan bahwa pencapaian timnya merupakan hasil

kerja keras yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Menurutnya,

keberhasilan lolos ke babak gugur menjadi bukti bahwa Cape Verde mampu

bersaing di level tertinggi sepak bola internasional meski memiliki

keterbatasan dibanding negara-negara besar.

Puncak penampilan Cape Verde terjadi saat menghadapi juara bertahan

Argentina. Sempat tertinggal, mereka mampu memberikan perlawanan sengit

hingga memaksa pertandingan berlangsung ketat. Bahkan Argentina baru

memastikan kemenangan melalui gol bunuh diri pada masa tambahan waktu

setelah FIFA mengesahkan sentuhan terakhir bek Diney Borges sebagai own

goal.

Meski harus tersingkir, para pemain Cape Verde mendapat sambutan meriah

ketika kembali ke tanah air. Ribuan pendukung memenuhi jalan-jalan utama

dan bandara untuk memberikan penghormatan kepada skuad yang dianggap

telah mengharumkan nama negara di panggung sepak bola dunia,Suasana

penyambutan berlangsung layaknya perayaan kemenangan .

Melihat perjuangan Cape Verde, tidak heran jika kerumunan suporter fanatik memenuhi bandara

tempat kepulangan Vozinha dan kolega.

Sambutan bak pahlawan mengiringi kepulangan

Cape Verde. Massa pendukung memenuhi area bandara demi menyambut Vozinha

dan rekan-rekannya, sementara beberapa petugas bandara tampak

membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan saat skuad tiba.

Perjalanan Cape Verde menjadi salah satu cerita terbesar di Piala Dunia

2026. Keberhasilan mereka menembus fase gugur menunjukkan semakin

meratanya kualitas sepak bola dunia serta membuktikan bahwa negara

dengan populasi kecil pun mampu memberikan kejutan di turnamen terbesar

sepak bola.

Kapten tim Ryan Mendes mengatakan pengalaman tampil di Piala Dunia

menjadi motivasi besar bagi generasi berikutnya. Ia berharap pencapaian

tersebut dapat menginspirasi anak-anak Cape Verde untuk terus bermimpi

mengenakan seragam tim nasional dan bersaing di level internasional.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Cape Verde meninggalkan Piala Dunia

2026 dengan membawa kebanggaan yang jauh lebih besar daripada sekadar

hasil pertandingan. Penampilan berani, permainan atraktif, dan semangat

pantang menyerah membuat mereka dikenang sebagai salah satu tim kejutan

terbaik dalam sejarah turnamen, sekaligus membuka babak baru bagi

perkembangan sepak bola Cape Verde di masa depan.

Prestasi timnas Cape Verde di panggung Piala Dunia menjadi momen yang

semakin bermakna karena bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan

ke-51 negara itu, yang diperingati setiap 5 Juli sejak meraih

kemerdekaan pada 1975.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....