Deteksi Dini Karhutla di Delineasi IKN Diperkuat dengan 22 Sensor

  • 19 Sep 2026 11:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara memperkuat sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan dengan memasang 22 sensor di wilayah delineasi IKN. Teknologi tersebut digunakan untuk memantau kondisi lingkungan sekaligus membantu mempercepat respons ketika muncul indikasi kebakaran.

Keberadaan sensor menjadi bagian dari upaya OIKN memperkuat mitigasi karhutla, selain pemantauan dan penanganan melalui patroli darat maupun udara.

Direktur Teknologi Hijau Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agus Gunawan, menjelaskan sensor tersebut memantau sejumlah indikator lingkungan. Parameter yang dipantau antara lain kualitas udara, suhu, tekanan udara, serta indikasi terjadinya karhutla.

“Pada saat seperti sekarang, di mana kebakaran hutan sedang berlangsung di IKN, sensor ini berfungsi sebagai deteksi dini untuk mengetahui terjadinya kebakaran hutan di wilayah IKN. Pada saat kondisi tidak terjadi kebakaran hutan, yang diukur di wilayah tersebut adalah kualitas udara,” kata Agus saat dikonfirmasi Sabtu 19 September 2026.

Data dari sensor kemudian dipantau melalui sistem yang terintegrasi dengan aplikasi Nusantara Hijau. Sistem tersebut menyajikan informasi kondisi lingkungan dan kebencanaan secara real time untuk mendukung pemantauan kawasan.

Informasi yang terdeteksi selanjutnya dapat dikoordinasikan melalui Nusantara Command Center. Dengan pola tersebut, data dari perangkat pemantauan tidak hanya menjadi informasi, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk mempercepat tindak lanjut petugas di lapangan.

Penggunaan sensor juga melengkapi sistem pemantauan karhutla yang telah diterapkan OIKN. Pemantauan dilakukan melalui patroli darat, pemantauan udara, serta dukungan teknologi lainnya untuk mengetahui perkembangan titik api.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan OIKN tetap memantau sejumlah lokasi karhutla yang berada dalam wilayah delineasi IKN.

Berdasarkan pemantauan OIKN pada awal September, titik kebakaran terdekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan berjarak sekitar 30 hingga 40 kilometer. OIKN menyebut penanganan tetap dilakukan untuk mencegah titik api berkembang dan meluas.

“Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30–40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti,” ujar Danis.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga. (Foto: RRI/Niswar)

Menurut Danis, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru maupun perluasan kebakaran. Penanganan dilakukan melalui kerja sama tim darat dan dukungan pemantauan dari udara.

Sistem deteksi dini tersebut menjadi penting karena kondisi karhutla membutuhkan respons cepat. Semakin awal indikasi kebakaran diketahui, semakin cepat pula petugas dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah penanganan di lapangan.

Selain teknologi sensor, OIKN sebelumnya juga mengembangkan sejumlah instrumen pemantauan lainnya, termasuk drone thermal dan fitur panic button pada aplikasi IKNOW yang terhubung dengan sistem komando. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan deteksi dan pelaporan kejadian karhutla.

Dalam penanganan lapangan, OIKN juga menggunakan pemadaman dari darat dan udara. Water bombing digunakan terutama untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh petugas melalui jalur darat.

Penguatan deteksi dini tersebut sekaligus melengkapi upaya pencegahan yang dilakukan OIKN melalui edukasi masyarakat dan pengelolaan lahan tanpa bakar. OIKN menilai pencegahan dan kemampuan mendeteksi kebakaran sejak awal menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan IKN dari ancaman karhutla.

Dengan 22 sensor yang tersebar di wilayah delineasi IKN, pemantauan kondisi lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Data tersebut menjadi salah satu instrumen OIKN untuk mendukung pengambilan keputusan dan respons terhadap potensi karhutla di kawasan Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....