BNPB Perkuat Satgas Darat Kaltim dengan Peralatan dan Dukungan Anggaran

  • 14 Sep 2026 21:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – BNPB memperkuat Satgas Darat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur melalui tambahan peralatan, dukungan anggaran, dan penguatan personel di lapangan. Langkah tersebut dilakukan setelah karhutla Kaltim meningkat dan pemerintah daerah menetapkan status kedaruratan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah pusat akan memastikan kebutuhan Satgas Darat di Kaltim dapat dipenuhi secara bertahap. Dukungan diarahkan langsung kepada tim yang bekerja memadamkan api di tingkat kabupaten, provinsi, maupun kawasan IKN.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Kaltim, Senin, 14 September 2026, Suharyanto menyebut BNPB akan memberikan bantuan kepada sejumlah Satgas Darat di kabupaten dan kota. Peralatan yang diberikan diminta segera digunakan untuk mempercepat pemadaman.

“Begitu dapat segera didistribusikan. Kalau memang personel BPBD-nya kurang tidak bisa menggunakan alat itu, hibahkan ke TNI Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, atau OIKN,” kata Suharyanto.

Ia menekankan peralatan penanganan karhutla tidak boleh berhenti di gudang hanya karena persoalan kewenangan administratif. Menurutnya, seluruh perlengkapan tersebut harus dipandang sebagai aset bersama yang digunakan untuk kebutuhan pemadaman di lapangan.

BNPB juga meminta evaluasi dilakukan terhadap kebutuhan peralatan setiap daerah. Jika perlengkapan yang tersedia belum mencukupi, pemerintah daerah diminta segera mengajukan tambahan kepada pemerintah pusat.

Suharyanto mengatakan pendekatan tersebut diperlukan karena kondisi kebakaran dapat berubah cepat. Kebutuhan pompa, tangki air, maupun peralatan pemadaman lainnya harus mengikuti kondisi nyata di lapangan, bukan hanya berdasarkan perencanaan awal.

Penguatan peralatan juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertahanan dan unsur TNI. Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa sebanyak 47 unit tangki bantuan Kemhan telah didistribusikan ke wilayah untuk mendukung penanganan karhutla.

Selain peralatan, BNPB menyiapkan dukungan anggaran bagi personel Satgas Darat yang bekerja langsung memadamkan kebakaran. Suharyanto menyebut pemerintah memberikan uang harian kepada personel yang menjalankan tugas pemadaman.

Besaran insentif yang disampaikan dalam wawancara mencapai Rp150 ribu per orang per hari. Penghitungan dilakukan berdasarkan personel yang benar-benar terlibat dalam Satgas Darat dan dikoordinasikan melalui unsur pimpinan masing-masing satgas.

Suharyanto mengingatkan pemberian dukungan tersebut harus menghindari pembayaran ganda. Jika suatu personel telah memperoleh dukungan dari sumber anggaran lain, pembayaran tidak boleh dilakukan kembali dari sumber yang sama.

“Jangan sampai prajurit atau personel di lapangan ini sudah bersusah payah, dia yang di garis terdepan, bajunya rusak, badannya lelah tanpa ada perhatian dari pemerintah,” ucapnya.

Kebijakan tersebut menunjukkan pemerintah mulai memperhitungkan aspek kesejahteraan personel sebagai bagian dari operasi pemadaman. Sebab, penanganan karhutla membutuhkan kerja lapangan yang berlangsung berjam-jam dan dilakukan berulang ketika api belum sepenuhnya terkendali.

BNPB sebelumnya memang telah memperkuat penanganan karhutla nasional dengan menambah perlengkapan bagi Satgas Darat, termasuk alat pelindung diri dan pompa bertekanan tinggi. Pemerintah juga menyiapkan dukungan mobil tangki air berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

Untuk Kaltim, penguatan tersebut menjadi semakin penting karena karakter kebakaran yang tersebar di sejumlah kabupaten. Pemerintah tidak hanya menghadapi satu lokasi kebakaran, tetapi harus mempertahankan kemampuan pemadaman di beberapa wilayah secara bersamaan.

Suharyanto mengatakan dukungan pemerintah pusat akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi. Artinya, jumlah maupun jenis peralatan dapat ditambah apabila laporan dari lapangan menunjukkan kebutuhan yang lebih besar.

Pola tersebut juga sejalan dengan arahan BNPB dalam penanganan karhutla di wilayah lain. BNPB menekankan bahwa peralatan harus segera dimanfaatkan oleh personel yang memiliki kemampuan mengoperasikannya, sehingga bantuan tidak berhenti pada proses distribusi.

Penguatan Satgas Darat menjadi semakin penting karena operasi pemadaman di Kaltim tidak hanya mengandalkan dukungan udara. Suharyanto sebelumnya menjelaskan operasi darat menjadi kekuatan utama dalam menangani luasan kebakaran, sementara helikopter digunakan untuk lokasi yang sulit dijangkau dari permukaan.

Dengan tambahan peralatan dan dukungan personel, BNPB berharap Satgas Darat dapat mempertahankan intensitas pemadaman sampai seluruh titik api terkendali. Pemerintah juga meminta setiap daerah terus melaporkan kebutuhan agar bantuan dapat segera diarahkan ke lokasi yang paling membutuhkan.

Bagi Kaltim, penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali meluas. Terlebih, BNPB mencatat luas lahan yang telah terbakar di provinsi ini mencapai 5.708,96 hektare berdasarkan data BPBD Kaltim yang diterima pada 14 September.

Suharyanto memastikan pemerintah pusat akan terus mendukung Satgas Darat selama penanganan karhutla masih berlangsung. Prinsipnya, tidak boleh ada daerah yang kekurangan peralatan ketika personel sudah berada di garis depan pemadaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....