Patroli Udara Temukan Asap Baru di Titik Karhutla IKN

  • 11 Sep 2026 10:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, BIN, dan mitra terkait terus memantau karhutla di sekitar IKN. Patroli udara dilakukan untuk memastikan titik yang telah dipadamkan tidak kembali memunculkan asap dan api.

Patroli udara menggunakan helikopter Caracal H225M yang berangkat dari Lanud TNI AU Dhomber, Sepinggan, Balikpapan, Kamis, 10 September 2026. Pemantauan menyasar sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi titik penanganan karhutla melalui pemadaman darat dan udara.

Rute patroli mencakup Jalan Tol Balikpapan–Samarinda Kilometer 31, Wonotirto, Muara Jawa, dan Bukit Tengkorak. Pemantauan di Bukit Tengkorak juga mencakup kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

Patroli dilakukan untuk melihat langsung kondisi titik yang sebelumnya telah ditangani. Data dari instansi terkait juga digunakan untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan dari udara maupun darat.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan patroli udara penting karena kondisi karhutla dapat berubah dengan cepat. Titik yang sebelumnya dinyatakan padam masih berpotensi kembali mengeluarkan asap.

“Di KM 31 sudah tidak ada lagi asap. Namun, di Wonotirto yang kemarin sudah padam, kembali timbul asap,” ujar Danis.

Kondisi serupa juga ditemukan di Muara Jawa dengan munculnya asap baru. Temuan tersebut menunjukkan penanganan karhutla tidak berhenti ketika api terlihat padam.

“Sifatnya kebakaran ini dinamis. Bila sudah tidak ada asap, bukan berarti itu selesai,” katanya.

Menurut Danis, pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui perubahan kondisi di lapangan. Hasil pemantauan menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu lokasi membutuhkan penanganan melalui jalur udara atau darat.

“Kita harus secara kontinu melakukan monitoring, pengamatan, dan tindakan. Berdasarkan data monitoring, ada yang bisa dilakukan dari sisi udara dan darat,” ucapnya.

Selain pemadaman, tim juga melakukan pembasahan di lokasi yang dinilai masih membutuhkan penanganan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api setelah proses pemadaman.

Danis mengatakan seluruh unsur terkait bekerja sebagai satu tim dalam menghadapi kondisi karhutla yang dinamis. Koordinasi dilakukan agar setiap perubahan di lapangan dapat segera direspons.

“Ini yang harus kita upayakan, jangan sampai ada titik-titik baru. Monitoring dan penanganan akan terus kami lakukan, kami juga lakukan pembasahan,” ujarnya.

Otorita IKN bersama TNI, Polri, BMKG, BNPB, BIN, dan mitra terkait akan melanjutkan pemantauan di wilayah sekitar IKN. Penanganan dilakukan melalui kombinasi monitoring, patroli, pemadaman, dan pembasahan sesuai kondisi masing-masing lokasi.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut menunjukkan bahwa titik karhutla yang telah dipadamkan tetap perlu diawasi. Asap yang kembali muncul dapat menjadi tanda perlunya pemeriksaan dan penanganan lanjutan oleh tim di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....