Pemerintah Perkuat Antisipasi El Nino dan Dampak Erupsi Gunung Berapi

  • 10 Sep 2026 07:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat kesiapan menghadapi potensi fenomena El Nino sekaligus memantau dampak erupsi sejumlah gunung berapi yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional.

Langkah tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 7 September 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan pemerintah membahas berbagai langkah antisipatif menghadapi El Nino. Pembahasan tersebut termasuk penyiapan program bantuan bagi masyarakat guna menjaga ketahanan pangan dan daya beli di tengah potensi dampak perubahan iklim.

Dikutip dari laman Sekretariat Negara, Selasa 8 September 2026, Airlangga mengatakan salah satu program yang menjadi perhatian adalah bantuan pangan berupa beras.

Penyaluran bantuan yang telah berlangsung hingga September 2026 akan dilanjutkan selama tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kilogram dan arahan Bapak Presiden untuk dilanjutkan pada bulan Oktober, November, dan Desember,” ujar Airlangga.

Selain membahas kesiapan menghadapi El Nino, pemerintah terus memantau dampak erupsi gunung berapi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang terdampak sekaligus menyiapkan langkah penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Airlangga mengungkapkan, daerah yang terdampak langsung erupsi berpotensi mengalami perlambatan aktivitas ekonomi. Karena itu, pemerintah masih mengevaluasi berbagai program dan sektor yang terdampak di sejumlah provinsi.

“Di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih memonitor program-program apa saja yang terkena dampak di berbagai provinsi tersebut,” katanya.

Pemerintah juga menaruh perhatian terhadap penurunan aktivitas masyarakat akibat letusan beberapa gunung berapi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Airlangga, kondisi tersebut berpengaruh terhadap mobilitas warga serta kegiatan ekonomi di daerah terdampak.

“Sekarang juga kami sedang memonitor akibat letusan lima hingga enam gunung di Indonesia ini, terutama terhadap aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” katanya.

Dampak erupsi tidak hanya dirasakan masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor logistik nasional.

Salah satu sektor yang terdampak adalah transportasi udara yang memiliki peran penting dalam distribusi barang dan pengangkutan kargo.

“Logistik sudah pasti terdampak. Di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan karena sektor penerbangan juga berkaitan dengan pengangkutan kargo,” ucap Airlangga.

Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan situasi, termasuk memperkirakan durasi pembatasan atau penutupan operasional penerbangan yang terdampak aktivitas vulkanik.

“Kita masih memonitor berapa lama kondisi ini harus ditutup,” katanya.

Melalui berbagai langkah antisipatif tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara penanganan dampak bencana, perlindungan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok di berbagai daerah.

Dengan kesiapan yang terus diperkuat, pemerintah berharap dampak El Nino maupun erupsi gunung berapi dapat diminimalkan sehingga stabilitas sosial dan ekonomi tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....