Cegah Karhutla Otorita IKN Latih Petani Tanpa Bakar Lahan
- 04 Sep 2026 15:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui larangan membakar serta pelatihan pengolahan lahan tanpa bakar.
Dalam siaran pers Otorita IKN, Jumat, 4 September 2026, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan sejak sebelum memasuki musim kemarau. Upaya tersebut melibatkan pelaku usaha, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh agama, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Otorita IKN menempatkan pencegahan sebagai lapis pertama dalam pengendalian karhutla di kawasan Nusantara. Salah satunya melalui Surat Edaran Kepala Otorita IKN yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar.
Larangan tersebut juga mencakup pembakaran sampah dan membuang puntung rokok sembarangan tanpa memastikan api telah benar-benar padam. Ketentuan ini menjadi rujukan bersama bagi pihak yang beraktivitas di dalam delineasi IKN.
Selain menerbitkan aturan, Otorita IKN juga memberikan solusi bagi petani melalui pelatihan pengolahan lahan tanpa bakar. Langkah ini ditujukan agar kegiatan pertanian tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan pencegahan yang melibatkan masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan kejadian karhutla.
“Memadamkan api selalu lebih sulit daripada mencegahnya menyala. Karena itu edukasi, penyediaan solusi bagi petani, dan pelaporan cepat dari masyarakat menjadi kunci,” ujar Myrna.
Partisipasi masyarakat juga diperkuat melalui pengenalan fitur panic button khusus di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP. Fitur tersebut menjadi salah satu sarana pelaporan apabila masyarakat menemukan kejadian karhutla.
Kesiapsiagaan dilakukan melalui pembentukan Tim Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi dan simulasi pemadaman karhutla. Otorita IKN juga meminjamkan peralatan kepada pemerintah kecamatan dan desa untuk memperkuat penanganan di tingkat tapak.
Otorita IKN menyebut sebagian besar kebakaran di kawasan Nusantara terjadi akibat aktivitas manusia. Penyebab yang teridentifikasi meliputi pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok, serta swabakar batu bara.
Penanganan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan, terutama medan yang tidak dapat dijangkau kendaraan. Keterbatasan informasi sumber air, faktor angin, dan kebakaran pada lahan gambut tipis juga menjadi kendala.
Dari sisi kesehatan, Otorita IKN menyiapkan antisipasi bersama pengelola rumah sakit di wilayah IKN menghadapi kemungkinan kabut asap. Imbauan penggunaan masker juga disampaikan kepada siswa sekolah.
Untuk memperkuat kesiapan, Otorita IKN mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB terkait peralatan, operasi modifikasi cuaca, dan water bombing apabila diperlukan.
Otorita IKN mengajak masyarakat di dalam dan sekitar kawasan Nusantara untuk tidak membakar lahan maupun sampah. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian kebakaran melalui kanal yang tersedia agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....