Titik Api di Wilayah Nusantara Padam, Water Bombing Gempur Sektor Tol

  • 06 Sep 2026 17:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya terus dilakukan melalui jalur udara. Satuan Tugas Udara bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengerahkan helikopter pembom air (water bombing) untuk memadamkan sejumlah titik api, pada Sabtu 5 September 2026.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan operasi pemadaman melalui udara pada hari tersebut dibagi menjadi dua sorti penerbangan.

Sorti pertama dimulai pada pukul 08.00 WITA dengan sasaran kawasan Bukit Tengkorak. Tim kemudian kembali ke pangkalan pada pukul 10.00 WITA.

"Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari rekan-rekan di lapangan, asap di daerah Bukit Tengkorak sudah hilang. Di sana penanganan juga terbantu oleh kesigapan tim darat," ujar Danis saat memberikan keterangan di Balikpapan.

Selanjutnya, sorti kedua dilaksanakan pada pukul 11.00 WITA dan berlangsung hingga pukul 13.30 WITA. Sektor tersebut menjadi salah satu fokus utama karena asap cukup pekat terpantau di area antara jalan tol dan jalan nasional lama.

"Pada sorti kedua, kami melakukan water bombing hingga 10 kali. Rinciannya, 5 kali pengeboman air dilakukan di Kilometer 47. Kemudian, kami bergeser ke arah tepi jalan tol di Kilometer 49 hingga Kilometer 53 sebanyak 4 kali pengeboman. Terakhir, saat helikopter menuju arah perjalanan pulang ke Balikpapan, dilakukan 1 kali pengeboman lagi di daerah Wonotirto," kata Danis.

Terkait kondisi geografis lahan yang terbakar, Danis mengatakan mayoritas vegetasi yang terbakar berupa area hijau dan titik-titik semak belukar, bukan lahan gambut.

Namun, kondisi berbeda ditemukan di wilayah Wonotirto yang lokasinya jauh dari permukiman warga. Di kawasan tersebut, terindikasi terdapat lapisan gambut dengan ketebalan sekitar 20 hingga 50 sentimeter.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, menyatakan misi pemadaman melalui udara secara umum berjalan efektif.

Menurut dia, berdasarkan pemantauan terakhir, titik api berkategori merah di wilayah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) saat ini sudah tidak terpantau.

Meski demikian, perubahan arah angin dan kemunculan titik api baru pada pagi hari tetap menjadi perhatian. Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi taktis secara cepat.

"Kendala operasional sampai saat ini belum ada. Cuaca sangat mendukung, pesawat dalam kondisi siap pakai (serviceable), kru udara siaga, dan seluruh elemen pendukung bersinergi dengan baik. Evaluasi kami ke depan adalah memperketat koordinasi terkait akurasi koordinat dan informasi situasi terkini agar tindakan water bombing berikutnya bisa jauh lebih efisien," ujar Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Ia menambahkan, proses pengambilan air berlangsung cepat karena pilot memanfaatkan sejumlah waduk serta kantong-kantong air berupa embung atau pond yang tersebar di sekitar lokasi kebakaran.

Berdasarkan target awal yang dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), operasi pemadaman melalui udara direncanakan berlangsung selama lima hari.

Namun, durasi operasi bersifat adaptif dan akan dievaluasi setiap hari berdasarkan laporan pemantauan titik panas (hotspot) serta perkembangan kondisi di lapangan yang disampaikan personel OIKN dan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengerahan helikopter water bombing tetap efektif dalam menanggulangi karhutla di kawasan IKN dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....