OIKN Ingin Smart City IKN Tak Sekadar Canggih
- 02 Sep 2026 09:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara menargetkan pembangunan kota cerdas yang berorientasi pada kebutuhan warga, bukan sekadar penggunaan teknologi.
Target itu dibahas dalam Nusantara Smart City Stakeholders Forum 2026 di salah satu hotel di IKN, Selasa, 1 September 2026.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta mitra internasional untuk membahas tantangan dan peluang pembangunan smart city. Agenda ini juga menjadi ruang untuk membangun kolaborasi sebelum konsep kota cerdas Nusantara diterapkan lebih luas.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, mengatakan ada tiga target utama yang ingin dicapai melalui forum tersebut. Salah satunya membangun ekosistem antarpemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan kota cerdas tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Pemerintahan digital sekarang mengarah kepada kepuasan warga,” kata Agung kepada rri.co.id.
Menurut Agung, ekosistem tersebut tidak hanya melibatkan OIKN sebagai pengelola kawasan Nusantara. Pemerintah daerah seperti Balikpapan, Denpasar, Jakarta, dan Surabaya juga dinilai memiliki pengalaman yang dapat menjadi pembelajaran.
Keterlibatan dunia usaha dan akademisi juga menjadi bagian penting dalam ekosistem tersebut. Pendekatan ini diperlukan agar teknologi yang digunakan benar-benar disesuaikan dengan persoalan serta kebutuhan masyarakat.
“Bukan hanya memberi teknologi, tapi juga mendesain sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Pembangunan kota cerdas IKN diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih konkret bagi warga. Agung menyebut kualitas hidup, daya saing, dan kemampuan masyarakat untuk bergotong royong sebagai bagian dari tujuan transformasi digital.
Artinya, ukuran keberhasilan smart city tidak berhenti pada banyaknya perangkat digital yang terpasang. Teknologi harus mampu membantu pemerintah mengambil keputusan dan memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, serta mudah diakses warga.
Arah tersebut sejalan dengan rancangan Kota Cerdas Nusantara yang menempatkan layanan warga sebagai salah satu bagian penting. Konsep tersebut mencakup layanan digital masyarakat, sistem pelaporan warga, pengelolaan kota, hingga pusat kendali terintegrasi.
Salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut adalah Integrated Command and Control Center (ICCC). Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan pemantauan layanan perkotaan, keamanan, kondisi darurat, hingga informasi dari masyarakat.
Dalam dokumen Kota Cerdas Nusantara, ICCC juga diarahkan sebagai pusat pemantauan sarana dan prasarana publik secara real time. Sistem tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan serta respons terhadap kondisi darurat dan kebencanaan.
Forum 1 September 2026 kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke ICCC Pilot Project. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda untuk melihat langsung pengembangan teknologi yang akan mendukung operasional kota Nusantara.
Kerja sama teknologi untuk ICCC juga bukan sekadar rencana di atas kertas. Dokumen forum mencatat keterlibatan sejumlah perusahaan teknologi seperti Cisco, Motorola Solutions, Honeywell, IBM, Esri, Autodesk, dan Amazon Web Services.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi, tantangan smart city justru terletak pada bagaimana seluruh sistem tersebut dapat terhubung. Data, sumber daya manusia, tata kelola, keamanan, dan kebutuhan masyarakat harus berjalan dalam satu ekosistem.
Karena itu, forum tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dokumen forum mencantumkan pelatihan teknis, training of trainers, serta penguatan kapasitas pegawai dan mahasiswa sebagai bagian dari tujuan kegiatan.
Peserta forum juga diarahkan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi kota-kota di Indonesia dalam mengembangkan smart city. Hasil identifikasi tersebut diharapkan menjadi dasar mencari peluang pembiayaan, membangun kapasitas lokal, dan membentuk jejaring kolaborasi jangka panjang.
Dengan demikian, pembangunan kota cerdas Nusantara tidak hanya bergantung pada kemampuan OIKN menyediakan infrastruktur digital. Keberhasilannya juga akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan mitra mengubah teknologi menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Agung menegaskan, tujuan akhirnya adalah menghadirkan warga yang memiliki daya saing, kualitas hidup lebih tinggi, sekaligus tetap mampu membangun semangat kebersamaan. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital IKN diarahkan bukan sekadar membuat kota semakin modern.
Melainkan, bagaimana teknologi menjadi alat untuk membuat pemerintahan lebih responsif dan kehidupan warga lebih baik. Smart city pada akhirnya bukan tentang seberapa canggih teknologinya, tetapi seberapa nyata manfaatnya bagi manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....