Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Siapkan 150 Ribu Kuota
- 12 Agt 2026 09:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah resmi meluncurkan Program Magang Nasional Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja generasi muda.
Program tersebut resmi diluncurkan melalui kegiatan kickoff yang digelar di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa 11 Agustus 2026.
Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Rabu 12 Agustus 2026, pembukaan Program Magang Nasional dilakukan langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Dalam sambutannya, Teddy menegaskan Program Magang Nasional merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja muda Indonesia dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Pemerintah meningkatkan jumlah peserta Program Magang Nasional 2026 secara signifikan. Jika pada 2025 program tersebut menampung 100 ribu peserta, tahun ini kuota ditambah menjadi 150 ribu peserta.
“Program tahun lalu itu 100 ribu, sekarang 150 ribu yang diterima. Tentunya harapan kita ke depan semakin banyak,” ujar Teddy.
| Baca juga: Kadin: Penguatan Ketahanan Pangan Nasional |
Dari total kuota tersebut, sebanyak 50 ribu peserta mulai mengikuti program pada tahap pertama yang dibuka pada Agustus 2026. Sebanyak 50 ribu peserta berikutnya akan dibuka pada bulan selanjutnya, kemudian 50 ribu peserta lainnya menyusul pada tahap berikutnya.
Peningkatan kuota tersebut diharapkan dapat memperluas akses lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Teddy menjelaskan, pelaksanaan Program Magang Nasional pada tahun sebelumnya menunjukkan hasil positif. Sebanyak 100 ribu lulusan baru mengikuti program magang selama enam bulan dan memperoleh uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota tempat mereka bekerja.
Menurut Teddy, sekitar 30 hingga 40 persen peserta program tahun lalu berhasil mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang.
Capaian tersebut menunjukkan proses rekrutmen dan pembekalan keterampilan selama program dinilai berjalan dengan baik.
“Faktanya, dari tahun lalu itu hampir 40 persen bekerja. Artinya yang magang ini juga kualitasnya sangat baik, rekrutmennya baik, kemudian selama enam bulan mereka magang, mereka bekerja, mereka berlatih, mereka diberi keterampilan di sana,” kata Teddy.
Ia juga mencontohkan manfaat ekonomi yang diperoleh peserta selama mengikuti program. Peserta yang ditempatkan di Jakarta, misalnya, dapat menerima uang saku sekitar Rp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menilai Program Magang Nasional tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kompetensi tenaga kerja muda, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Program ini adalah bagian dari stimulus ekonomi juga. Jadi, ini membantu industri, membantu adik-adik kita meningkatkan daya beli secara nasional,” ujar Yassierli.
Dalam kegiatan kickoff, pemerintah juga membuka ruang dialog dengan peserta untuk memperoleh masukan dan evaluasi mengenai pelaksanaan program.
Seskab Teddy dan Menaker Yassierli berdiskusi langsung dengan sejumlah peserta untuk mendengar pengalaman serta harapan mereka selama mengikuti Program Magang Nasional.
Salah satu peserta, Ferdian, lulusan Universitas Brawijaya yang diterima magang di PT Telkom Indonesia, mengapresiasi kesempatan yang diberikan pemerintah.
Ia berharap Program Magang Nasional dapat menjadi bekal berharga untuk membangun karier profesional pada masa mendatang.
“Program ini benar-benar mendukung untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di perusahaan,” ujarnya.
Ferdian juga mengaku senang dapat berdiskusi langsung dengan Seskab Teddy Indra Wijaya dalam kegiatan tersebut.
Selain menyasar lulusan perguruan tinggi dari berbagai bidang, Program Magang Nasional 2026 juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk berpartisipasi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses kesempatan kerja yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Menutup sambutannya, Teddy berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat dan semakin luas masyarakat mengetahui manfaat Program Magang Nasional.
Dengan semakin banyaknya perusahaan dan peserta yang terlibat, pemerintah berharap tingkat penyerapan tenaga kerja setelah masa magang dapat terus meningkat sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pengurangan pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi.
“Yang paling penting, makin program ini diketahui publik, dan diketahui perusahaan manfaatnya, kita harapkan adik-adik yang magang ini semakin besar, yang setelah magang enam bulan dia langsung bekerja,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....