Pemerintah Integrasikan KDMP dengan BUMDes untuk Perkuat Ekonomi Desa

  • 16 Jul 2026 10:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah terus memperkuat ekosistem ekonomi di pedesaan dengan mengintegrasikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta mengembangkan desa tematik berbasis potensi lokal. Langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita ke-6 Presiden yang berfokus pada pembangunan desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengatakan Kementerian Desa menjalin koordinasi dengan 10 asosiasi desa yang menjadi mitra strategis dalam menjalankan berbagai program pembangunan desa.

"Sepuluh asosiasi desa ini merupakan mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan pelaksanaan program Presiden melalui Asta Cita ke-6 berjalan dengan baik, termasuk Program Koperasi Desa Merah Putih. Salah satu dari 12 aksi pembangunan desa adalah pengembangan desa tematik," ujar Yandri saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Yandri menjelaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk menyerap sekaligus memasarkan hasil produksi masyarakat desa.

Menurutnya, koperasi tidak akan menggantikan ataupun bersaing dengan BUMDes. Sebaliknya, kedua lembaga tersebut akan saling melengkapi dalam memperkuat aktivitas ekonomi desa.

"Jumlah desa di Indonesia mencapai 75.266 desa dengan potensi yang beragam. Karena itu, Koperasi Desa Merah Putih akan berkolaborasi dengan BUMDes agar setiap potensi desa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Yandri menambahkan, keuntungan usaha koperasi juga akan memberikan manfaat langsung bagi pemerintah desa. Sebanyak 20 persen laba koperasi akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sedangkan 80 persen sisanya akan kembali kepada masyarakat melalui pengembangan usaha dan pelayanan ekonomi desa.

"Pemerintah desa tentu berkepentingan agar koperasi berhasil karena akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebanyak 20 persen keuntungan akan menjadi Pendapatan Asli Desa, sedangkan 80 persen lainnya kembali kepada masyarakat desa," ujarnya.

Selain penguatan koperasi, pemerintah juga terus mengembangkan desa tematik sesuai potensi unggulan masing-masing daerah. Program tersebut telah berjalan selama satu tahun terakhir dan dinilai menunjukkan hasil yang positif.

Menurut Yandri, banyak desa tematik kini menjadi pemasok utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, hampir seribu BUMDes telah berperan sebagai pemasok kebutuhan program tersebut.

Ke depan, pengembangan desa tematik akan disesuaikan dengan potensi ekonomi di setiap wilayah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga perkebunan, seperti desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa lele, hingga desa kakao.

Dalam skema tersebut, Koperasi Desa Merah Putih akan tetap berfungsi sebagai offtaker yang bekerja sama dengan BUMDes untuk memastikan hasil produksi masyarakat dapat terserap dan dipasarkan secara optimal. (BPMI Setpres)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....