Presiden Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa Terintegrasi
- 13 Jul 2026 13:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pidato pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu 12 Juli 2026.
Dikutip dari Setneg.go.id, Senin 13 Juli 2026, Presiden menjelaskan KDKMP akan menghadirkan berbagai layanan ekonomi dalam satu kawasan. Fasilitas yang disiapkan meliputi kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang logistik, hingga cold storage untuk menjaga kualitas hasil panen petani dan nelayan.
"Kita bahkan akan membuka apotek di desa dengan obat generik yang harganya jauh lebih murah dibandingkan apotek di kota. Akan ada logistik desa, gudang, hingga cold storage agar hasil panen petani tidak mudah rusak. Selain itu, berbagai layanan ekonomi lainnya juga tersedia," ujar Presiden.
Presiden mengatakan, pengalamannya bertugas sebagai prajurit di berbagai daerah membuatnya semakin yakin bahwa koperasi merupakan solusi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus melindungi masyarakat di lapisan paling bawah.
"Saya semakin yakin, satu-satunya jalan menjaga rakyat paling bawah adalah melalui kekuatan koperasi," katanya.
Menurut Presiden, salah satu persoalan utama yang masih dihadapi petani adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan. Meskipun hasil panen meningkat, banyak petani masih bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir untuk memenuhi kebutuhan selama masa tanam.
Karena itu, pemerintah mendorong keberadaan koperasi simpan pinjam di setiap desa agar masyarakat memperoleh akses pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau.
"Rakyat kita harus mendapat kesempatan meminjam uang dengan bunga rendah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Indonesia," ujar Kepala Negara.
Selain menyediakan akses pembiayaan, Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan mampu memutus ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir serta menjadi saluran distribusi barang-barang bersubsidi agar tepat sasaran.
"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Saya tegaskan, barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan agar yang membutuhkan benar-benar menerima manfaatnya," kata Presiden.
Pemerintah juga berkomitmen memperkuat koperasi nelayan melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung, seperti gudang pendingin, pabrik es, dan kapal penangkap ikan yang dikelola secara koperasi. Fasilitas tersebut akan dibiayai pemerintah dan dicicil kembali oleh koperasi melalui hasil usaha para nelayan sehingga tercipta sistem ekonomi yang berkelanjutan.
Presiden memproyeksikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu menggerakkan perekonomian nasional dengan perputaran dana mencapai Rp223 triliun setiap tahun di desa-desa. Program tersebut juga diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga Rp202 triliun.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan perbaikan sistem logistik nasional agar lebih efisien dan mampu menekan biaya distribusi.
"Para ahli mengatakan logistik Indonesia paling tidak efisien dan paling mahal. Ini yang akan kami benahi agar menjadi lebih efisien," ujar Presiden.
Melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri, adil, dan terintegrasi. Koperasi diharapkan menjadi pusat layanan masyarakat untuk memperoleh akses permodalan, menjual hasil produksi, mendapatkan kebutuhan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau, serta menerima berbagai subsidi pemerintah secara tepat sasaran. (BPMI Setpres)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....