Presiden Targetkan Digitalisasi Pendidikan Merata ke Seluruh Sekolah Indonesia
- 21 Jul 2026 11:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur pendidikan. Langkah tersebut menjadi strategi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Komitmen itu disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Juli 2026. Dilansir dari Presidenri.go.id, Prabowo mengakui masih terdapat kesenjangan pendidikan mengingat Indonesia memiliki lebih dari 288 ribu sekolah yang tersebar hingga ke wilayah terpencil.
"Kita paham bahwa bidang pendidikan banyak ketertinggalan. Negara kita sangat besar dan memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil. Salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan," ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga mengungkapkan bahwa upaya digitalisasi pendidikan Indonesia telah mendapat pengakuan internasional. Indonesia menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) pada kategori e-government dan digitalisasi pendidikan. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan cepat berpuas diri dan akan terus meningkatkan kualitas seluruh sekolah di Indonesia.
Selain memperkuat transformasi digital, pemerintah menargetkan percepatan renovasi sekolah secara bertahap. Sebanyak 77 ribu sekolah ditargetkan selesai direnovasi pada 2026, kemudian masing-masing 100 ribu sekolah pada 2027 dan 2028. Dengan target tersebut, pemerintah berharap seluruh sekolah di Indonesia telah direnovasi pada 2029.
Di sisi digitalisasi pembelajaran, pemerintah juga memperluas distribusi interactive flat panel atau layar pintar ke seluruh sekolah. Setelah setiap sekolah menerima satu unit pada tahun lalu, pemerintah akan menambah tiga unit lagi per sekolah. Secara keseluruhan, sekitar 700 ribu layar pintar tambahan ditargetkan terdistribusi hingga akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027.
Presiden turut menyampaikan perkembangan portal Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hingga kini, platform tersebut telah digunakan lebih dari 6,9 juta pengguna dan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis. Portal yang terintegrasi dengan layar pintar itu juga mendukung ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah berharap percepatan digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur pendidikan dapat menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, sekaligus menjadi fondasi menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....