Prabowo: Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Salah Satu Terkuat di Dunia
- 21 Jul 2026 11:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia saat ini memiliki sistem perlindungan sosial yang termasuk salah satu terkuat di dunia. Menurutnya, berbagai program kesejahteraan yang dijalankan pemerintah menjadi bukti nyata komitmen negara dalam melindungi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari laman Presiden RI pada Selasa 21 Juli 2026.
"Jadi ini saya tegaskan, ternyata kita punya sistem perlindungan sosial, negara kesejahteraan (welfare state), salah satu yang terkuat di dunia," ujar Presiden.
Presiden menjelaskan, sebagian program perlindungan sosial tersebut telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya dan terus diperkuat pada masa pemerintahannya.
"Kalau kita lihat program satu per satu, sebagian program-program ini dilaksanakan oleh presiden-presiden sebelum kita, pemerintah-pemerintah sebelum kita," katanya.
Menurut Presiden, komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat diwujudkan melalui berbagai program yang menjangkau beragam kelompok penerima manfaat. Program tersebut antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Sekolah Rakyat, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Sembako, hingga berbagai program bantuan sosial.
Presiden juga menyoroti bantuan pemberdayaan sosial ekonomi serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp20 juta per rumah yang saat ini menyasar sekitar 400 ribu penerima manfaat.
"Nanti saya minta Menteri Perumahan dan Menteri Sosial mengkaji kembali apakah penerima manfaat bisa ditambah. Mungkin indeks bantuannya bisa disesuaikan, misalnya tidak diberikan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk bahan," ujarnya.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat dukungan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), bantuan bencana, subsidi LPG, subsidi dan kompensasi solar, Pertalite, serta listrik. Pemerintah juga memberikan diskon tarif kereta api dan angkutan laut, bantuan pangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Presiden menyebut Program Makan Bergizi Gratis ditargetkan menjangkau sekitar 74,56 juta penerima, yang meliputi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lanjut usia. Sementara itu, Program Cek Kesehatan Gratis ditargetkan menjangkau sekitar 130,8 juta masyarakat.
"Makan Bergizi Gratis untuk 74.560.000 siswa, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lanjut usia. Cek Kesehatan Gratis untuk 130.800.000 orang. Ini pertama kali kita lakukan. Dengan pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, mengetahui masalahnya, dan mengetahui apa yang harus dilakukan," kata Presiden.
Di samping penguatan perlindungan sosial, pemerintah juga terus berinvestasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan melalui program magang bagi lulusan baru, Sekolah Unggul Garuda, serta berbagai skema beasiswa.
Presiden menegaskan keberhasilan membangun sistem perlindungan sosial merupakan hasil kerja bersama yang dilakukan secara berkesinambungan sejak masa awal kemerdekaan hingga saat ini.
"Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya," ujar Presiden. (BPMI Setpres)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....