Presiden Prabowo Dukung Penguatan Olahraga Nasional Inklusif dan Berkelanjutan
- 22 Jun 2026 09:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan olahraga nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat 19 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman. Erick Thohir menjelaskan, Presiden memberikan perhatian besar terhadap penguatan pembinaan olahraga nasional, khususnya bagi penyandang disabilitas. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan ekosistem olahraga yang lebih inklusif.
Presiden Prabowo, kata Erick, menaruh perhatian khusus pada olahraga disabilitas mengingat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai hampir 25 juta jiwa, dengan sekitar 11 persen di antaranya aktif berolahraga.
“Bapak Presiden ingin memastikan bahwa masyarakat disabilitas diperhatikan melalui program sertifikasi kepelatihan,” ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya, Senin 22 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Setneg.go.id.
Program sertifikasi pelatihan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi pelatih dan turut berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.
Selain fokus pada olahraga disabilitas, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pembangunan olahraga nasional jangka panjang melalui penguatan sistem pemusatan latihan nasional (pelatnas). Pemerintah mendorong agar pelatnas tidak hanya bergantung pada anggaran tahunan, tetapi menggunakan skema pendanaan multi-tahun.

“Pelatnas tidak bisa hanya dianggarkan per tahun, harus ada kebijakan multi-years. Pak Presiden sepakat dengan hal ini demi masa depan atlet kita yang semakin menunjukkan prestasi membanggakan,” ujar Erick Thohir.
Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsistensi persiapan atlet Indonesia dalam menghadapi berbagai ajang internasional, seperti Olimpiade, SEA Games, dan Asian Games.
Presiden Prabowo juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan atlet, termasuk skema bonus prestasi yang dinilai signifikan, seperti bonus hingga Rp1 miliar bagi atlet berprestasi.
Selain itu, pemerintah tengah merancang pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang bertujuan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini. Program ini akan mencakup jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
“Bapak Presiden mendorong pembentukan Akademi Olahraga yang akan membina sejak SD, SMP, hingga SMA. Kami ingin atlet potensial mulai dibina sejak usia 8–10 tahun agar siap menjadi atlet profesional,” kata Erick Thohir.
Di sisi lain, pemerintah juga mengkaji skema dana pensiun bagi atlet sebagai bentuk perlindungan dan kesejahteraan setelah mereka purna tugas dari dunia olahraga.
“Presiden menanyakan perkembangan dana pensiun atlet yang masih terus kami godok sebagai persiapan masa depan,” ujar Erick Thohir.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, diharapkan pembangunan olahraga nasional semakin inklusif, berkelanjutan, serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (BPMI Setpres)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....