Presiden Prabowo: Pendidikan Motor Kesejahteraan serta Kemandirian Bangsa

  • 03 Feb 2026 13:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan untuk  berbagai program prioritas pemerintah, dari makan bergizi gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis (CKG), sampai pemerataan pendidikan, sudah memperlihatkan capaian nyata dan juga memberi dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Dilansir dari Setneg.go.id. Seluruh kebijakan tersebut, kata Presiden, dilakukan dengan terintegrasi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional untuk menguatkan fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.

Hal tersebut diucapkan Kepala Negara diacara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

Presiden menjelaskan untuk MBG terus berkembang pesat dan menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia serta memberikan dampak ekonomi yang luas. Program tersebut menciptakan ekosistem usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah.

“Dan program MBG sudah mencapai 60 juta hari ini. Kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026. Paling lambat. Dengan kondisi sekarang saja, hari ini, MBG telah mempunyai dapur ya, SPPG yang sudah operasional 22.275 dapur operasional. Pada proses penilaian dan pengajuan, 13.829. Dengan 22.000 saja, sekarang telah membuka lapangan kerja 1 juta, 22.000 x 50 orang yang digaji tiap hari,” ujar Presiden Prabowo.

Pada bidang kesehatan, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah sudah memperluas akses layanan dasar untuk masyarakat. Pemeriksaan kesehatan gratis adalah salah satu program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.

“Tujuh puluh juta rakyat indonesia sudah dicek kesehatan gratis. Pertama kali dalam sejarah,” ujar Kepala Negara.

Sedang disektor pendidikan, Presiden Prabowo menjelaskan komitmen pemerintah akan memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah. Pemerintah memberikan distribusi bantuan dan fasilitas pendidikan untuk seluruh sekolah, walaupun di daerah tertinggal.

“kita dapat lihat keberhasilan yang lain, 282.180 sekolah sudah mendapatkan interactive flat panel (IFP). Tahun ini telah selesai. Hampir semua sekolah termasuk yang terluar dan yang terpencil, yang tertinggal sudah menerima. Di pulau-pulau terpencil, di gunung-gunung tertinggi alhamdulilah sudah punya panel interaktif,” ujar Presiden.

Selain itu, Kepala Negara juga menyoroti langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Konsolidasi aset negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilakukan untuk memastikan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang.

“Kita telah membuat dana Sovereign Wealth Fund. Saya telah mengumpulkan semua kekuatan milik negara dalam satu manajemen, satu pengelolaan, yang nilainya adalah 1 triliun USD. Lengkapnya adalah 1.040 miliar dolar asset under management,” ucap Presiden Prabowo.

Kepala Negara menjelaskan komitmen pemerintah akan terus bekerja dengan konsisten dan disiplin. Seluruh capaian dan kebijakan ditujukan agar terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan bangsa. (BPMI Setpres)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....