Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Desa

  • 21 Jul 2026 10:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.co.id, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkuat perputaran ekonomi rakyat dari tingkat desa. Melalui koperasi, pemerintah membangun sistem distribusi yang lebih efisien sekaligus memperkuat kendali negara atas rantai pasok kebutuhan pokok dari pusat hingga desa.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari laman Presiden RI pada Selasa 21 Juli 2026.

Presiden Prabowo mengatakan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, pemerintah memiliki jalur distribusi yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga desa. Menurutnya, sistem tersebut akan memperkuat ketahanan distribusi kebutuhan pokok nasional.

"Pertama kali dalam sejarah, kita sekarang tidak bisa di-blackmail. Tidak bisa nanti ada barang langka, tidak bisa nanti ada yang menimbun barang pada saat kritis," ujar Presiden.

Menurut Presiden, penguatan rantai pasok menjadi langkah penting untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.

Pemerintah juga menemukan potensi penghematan yang besar melalui penyederhanaan rantai pasok perdagangan bahan pokok. Selama ini, panjangnya mata rantai distribusi membuat keuntungan lebih banyak dinikmati oleh para perantara.

"Setelah diteliti oleh Menteri Pertanian, keuntungan yang diambil pihak perantara mencapai 30 sampai 40 persen. Diperhitungkan nilainya sekitar Rp313 triliun. Yang dinikmati petani hanya sekitar 30 persen, konsumen sekitar 30 persen, sedangkan 40 persen dinikmati middleman," kata Presiden.

Karena itu, pemerintah menargetkan margin distribusi dapat ditekan hingga 5–10 persen. Dengan demikian, keuntungan yang selama ini dinikmati perantara dapat kembali kepada petani dan konsumen.

"Dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), marginnya kurang lebih 5 sampai 10 persen. Saya kira koperasi mengambil 5 persen sudah cukup. Berarti sisanya bisa dinikmati oleh petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang," ucapnya.

Presiden optimistis sistem tersebut akan meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.

Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memastikan seluruh program yang berpihak kepada rakyat dilaksanakan dengan tata kelola yang baik dan tanpa diskriminasi.

"Percayalah, kita tidak akan pilih kasih. Kita tidak akan tebang pilih," ujarnya.

Presiden juga menilai berbagai kebijakan strategis yang telah diambil pemerintah menunjukkan arah yang tepat dalam memperkuat perekonomian nasional.

"Kalau kebijakannya benar, niatnya benar, arahnya benar, sesuai dengan filosofi bangsa, sesuai dengan akal sehat, serta sesuai dengan itikad mengabdi kepada rakyat, ternyata hasilnya nyata. Dunia sudah mulai mengakui," katanya.

Ia meyakini kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat dan dijalankan dengan tata kelola yang baik akan memberikan hasil nyata serta meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia. (BPMI Setpres)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....