Prabowo: Berbagai Persoalan Strategis Bangsa Mulai Terselesaikan dalam 20 Bulan
- 21 Jul 2026 10:58 WIB
- Samarinda
RRI.co.id, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan berbagai persoalan strategis bangsa mulai berhasil diselesaikan dalam 20 bulan pertama masa pemerintahannya. Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaulat.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari laman Presiden RI pada Selasa 21 Juli 2026.
Presiden mengungkapkan, pemerintah telah menyelesaikan 108 persoalan kronis bangsa dalam 18 bulan pertama pemerintahan. Menurutnya, jumlah persoalan yang berhasil ditangani terus bertambah seiring berjalannya waktu.
"Dalam buku yang sudah dibagikan kepada saudara-saudara telah dicatat 108 masalah kronis bangsa yang kita pecahkan melalui berbagai keputusan pada 18 bulan pertama pemerintahan. Sekarang pemerintahan kita telah berjalan 20 bulan. Tentu sudah lebih banyak lagi persoalan yang kita selesaikan," ujar Presiden.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan ialah berdirinya Bank Emas Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia. Presiden mengatakan, dalam satu tahun operasionalnya, bank tersebut telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS.
"Ini juga menjadi kekuatan ekonomi yang dilihat dunia. Saya percaya pada tahun-tahun mendatang capaian ini akan terus meningkat. Ternyata diam-diam kita telah mencapai prestasi-prestasi berskala dunia," katanya.
Di bidang reformasi hukum, Presiden menegaskan pemerintah telah menaikkan gaji hakim yang selama 12 tahun tidak mengalami penyesuaian. Pemerintah juga memprioritaskan penyediaan perumahan bagi para hakim guna memperkuat kehormatan, kesejahteraan, dan integritas lembaga peradilan.
Sementara itu, pemerintah telah memberikan pengampunan kredit macet bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sejak November 2024. Kebijakan tersebut bertujuan agar para pelaku usaha dapat kembali menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Di sektor pembangunan, pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur desa serta penguatan ekonomi masyarakat. Sejumlah program yang dijalankan meliputi pembangunan jembatan desa, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Presiden menjelaskan, hingga saat ini lebih dari seribu Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi. Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi beroperasi hingga akhir 2026.
Menurut Presiden, koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha. Ke depan, setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, armada distribusi, gerai, bengkel alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga menjadi penyalur berbagai barang bersubsidi.
"Sekarang pemerintah punya pegangan rantai pasok (supply chain) dan jaringan ritel (retail chain) dari pusat sampai ke desa," ujar Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan seluruh terobosan tersebut merupakan fondasi penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Berbagai capaian ini merupakan fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaulat," kata Prabowo.
Presiden menambahkan, pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata dan merata oleh seluruh rakyat Indonesia. (BPMI Setpres)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....