Pembangunan IKN Kini Diawasi Langsung Para Perancang
- 05 Agt 2025 18:10 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara : Untuk pertama kalinya, para perancang awal Ibu Kota Nusantara (IKN) berkumpul bersama di lokasi pembangunan. Mereka adalah Sofian Sibarani, perancang masterplan IKN, Daliana Suryawinata, arsitek pemenang sayembara Istana Wakil Presiden, serta Dr. Bambang Susantono, Kepala Otorita IKN pertama.
Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan nyata terhadap pembangunan IKN sekaligus bagian dari proses pengawalan agar pelaksanaan tetap sesuai dengan visi awal.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono pun mengapresiasi kehadiran para perancang. Ia menegaskan bahwa mereka selalu dilibatkan secara aktif untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, yakni menjadikan IKN sebagai kota hutan (forest city) dan kota global berbasis teknologi tinggi.
“Saya berterima kasih ada Pak Sibarani di sini. Saya memang minta beliau mengevaluasi pembangunan IKN secara berkala. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk meneguhkan saya sebagai orang yang ditugasi membangun IKN, namun saya percaya bahwa inilah masa depan Indonesia,” ujar Basuki, Selasa (5/8/2025).
BACA JUGA:
Mimpi Besar IKN Mulai Jadi Kenyataan
Basuki juga menyebut Daliana Suryawinata terus memantau langsung pembangunan Istana Wakil Presiden guna memastikan desain tidak menyimpang dari konsep asli.
“Bu Dilyana juga sebagai arsitek Istana Wapres selalu memonitor karena biasanya antara perencana dan pelaksana ada distorsinya, kalau distorsinya 10 persen 15 persen saya kira masih wajar,” katanya.
Basuki tak lupa mengapresiasi Bambang Susantono yang memegang kendali awal pembangunan IKN. Ia merasa kontribusi Bambang sangatlah besar, sebab Bambang adalah kepala OIKN perdana yang membangun dari nol.
“Kalau saya bilang Pak Bambang dan teman-teman perancang ini adalah pengutan kepada saya. Jadi kalau pak Banbang bilang optimis, maka saya lebih optimis karena pembangunan IKN ini juga mempelajari kegagalan dan keberhasilan ibu kota lainnya,” ucapnya.
BACA JUGA:
Perancang IKN, Sibarani Sofian Beberkan Konsep Awal Pembangunan
Sementara itu menanggapi adanya pro dan kontra seputar pembangunan IKN, Basuki menyebut hal itu wajar. Ia menegaskan bahwa konsep IKN dirancang dengan mempertimbangkan pengalaman dari lebih dari 90 ibu kota dunia, baik yang berhasil maupun yang gagal.
“Pro-kontra pasti ada, sama seperti saya. Tapi saya enggak pusing. Sekarang kalau ada yang kontra, mari ketemu saya langsung. Karena saya tahu persis, IKN ini adalah masa depan Indonesia,” ujarnya tegas.
Kunjungan para perancang ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Kongres Diaspora Indonesia ke-8 yang berlangsung di IKN.
Baik Sofian, Daliana, maupun Bambang Susantono menyampaikan apresiasi atas kemajuan pembangunan yang mereka nilai sangat cepat dibandingkan dengan pembangunan kota-kota baru di negara lain.
BACA JUGA:
Sosok di Balik Desain Istana Wapres di IKN
Mereka juga memastikan bahwa arah pembangunan masih sejalan dengan konsep awal, yaitu menjaga 75 persen kawasan hijau, ramah lingkungan, dan tidak merusak ekosistem seperti yang kerap disalahpahami oleh sebagian pihak.
Lebih dari itu, mereka melihat keseriusan pemerintah sebagai bentuk nyata dari komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
IKN, ditegaskan kembali, bukan hanya sekadar pemindahan ibu kota, tetapi merupakan simbol pemerataan pembangunan nasional dan pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....