Perancang IKN, Sibarani Sofian Beberkan Konsep Awal Pembangunan

  • 04 Agt 2025 12:45 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara: Perancang awal Ibu Kota Nusantara (IKN), Sibarani Sofian, mengungkap perjalanan panjang di balik perencanaan dan desain kota masa depan Indonesia itu. Ia menegaskan bahwa IKN bukan sekadar relokasi ibu kota, melainkan proyek peradaban bangsa yang merefleksikan identitas nasional, keberlanjutan, dan cita-cita global.

"Kita ingin bukan hanya memindahkan fisik kota. Kita sedang membangun manusia Indonesia yang maju di tahun 2045," ujar, pendiri firma perancang kota URBAN+ dan Ketua Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia ini.

Dirinya dan tim memenangkan sayembara desain IKN tahun 2019 dengan gagasan “Nagara Rimba Nusa”, sebuah konsep kota hutan yang berakar pada budaya kepulauan Indonesia.

BACA JUGA:

Pembangunan IKN Dinilai Lebih Cepat Ibukota di Dunia

Sibarani menjelaskan bahwa visi IKN sejak awal dirancang ambisius. Kota ini ditargetkan menjadi net zero emission, 70% wilayahnya berupa ruang hijau, serta 80% mobilitas publiknya menggunakan transportasi umum.

“Belum ada kota besar di dunia yang bisa memenuhi semua indikator itu secara bersamaan. Tapi Indonesia mencoba mewujudkannya,” katanya dalam memaparkan konsep IKN bersama Diaspora Indonesia di IKN, dilansir Senin (4/8/2025).

Latar belakang Sibarani sebagai arsitek perkotaan memberinya kepekaan terhadap pentingnya keterhubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan. Ia menekankan bahwa IKN harus terintegrasi secara ekologis dan sosial.

“Kami tidak ingin membangun kota yang merusak. Kalau ada aliran air, ya kita beri jalan. Kita hormati lanskap, bukan meratakannya,” kata pria yang sempat berkarya di Australia, Singapura, dan Hongkong selama lebih dari satu dekade.

BACA JUGA:

Basuki: Tak Ada Moratorium, Pembangunan IKN Justru Dipercepat

Ia turut menunjukkan bagaimana transformasi IKN dari sketsa animasi pada 2020 kini telah menjelma menjadi infrastruktur nyata. Mulai dari Istana Presiden, kantor kementerian, hunian ASN, hingga pusat perbelanjaan dan hotel.

"Semua dimulai dari ide. Tapi ketika melihat rendering kami kini berdiri nyata, itu rasanya luar biasa," katanya. Bahkan saat mempresentasikan progres IKN di India, banyak arsitek asing terkejut karena mengira hasil foto pembangunan itu masih berupa ilustrasi digital.

Tak hanya proyek pemerintah, Sibarani juga memaparkan banyaknya investasi swasta yang telah masuk ke IKN. Hotel-hotel, rumah sakit, sekolah, hingga sarana olahraga telah berdiri tanpa dana APBN.

“Narasi bahwa tidak ada investor di IKN itu tidak tepat. Sudah banyak pihak swasta yang menanamkan modal secara langsung,” ujarnya.

Sibarani mengingatkan bahwa membangun kota bukan perkara instan. “Roma tidak dibangun dalam semalam. Kota yang baik butuh waktu. Tapi ini adalah by step kita menuju bangsa besar dengan ibu kota yang bisa dibanggakan dunia,” ujarnya menutup pemaparan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....