Mimpi Besar IKN Mulai Jadi Kenyataan
- 04 Agt 2025 12:53 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara : Apa yang dulu hanya sketsa di atas kertas, kini mulai berdiri nyata di tanah Kalimantan. Perancang masterplan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sofian Sibarani, menyebut hal ini sebagai bukti bahwa IKN bukan sekadar mimpi, tapi visi besar bangsa yang benar-benar mulai terwujud.
“Saat kami mulai, semua cuma berupa gambar dan animasi. Tapi sekarang bangunan-bangunan itu sudah berdiri. Ini bukan lagi rendering tapi ini nyata,” ujar Sofian saat berbicara dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-8, Sabtu (2/8/2025).
BACA JUGA:
Perancang IKN, Sibarani Sofian Beberkan Konsep Awal Pembangunan
Sofian bercerita tentang pengalamannya saat mempresentasikan IKN di berbagai forum internasional. Banyak orang mengira gambar yang ia tampilkan masih berupa visualisasi komputer. Tapi begitu tahu bahwa itu adalah foto asli dari pembangunan IKN, mereka terkejut.
“Mereka pikir itu masih simulasi. Waktu saya bilang itu foto asli, mereka benar-benar terkesima. Ini bukti kita sedang membangun kota masa depan,” ujarnya bangga.

Sibarani Sofian, pemenang sayembara IKN berbicara soal konsep IKN di hadapan para Diaspora Indonesia di IKN. Foto: RRI IKN.
Bagi Sofian dan timnya, menyaksikan jembatan, bangunan, dan ruang publik mulai terbentuk adalah momen bersejarah. “IKN bukan proyek biasa. Ini adalah wujud dari harapan, kerja keras, dan visi Indonesia menyongsong masa emas 2045,” kata pendiri URBAN+ dan Ketua Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia itu.
BACA JUGA:
Pembangunan IKN Dinilai Lebih Cepat Ibukota di Dunia
Sementara itu, mantan Kepala Otorita IKN, Prof. Bambang Susantono, mengingatkan pentingnya menjaga semangat inklusivitas. Menurutnya, IKN dibangun bukan hanya untuk kalangan atas, tapi untuk semua lapisan masyarakat.
“City for all artinya IKN harus melayani semua orang, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Bambang.
Ia menegaskan, kota global sejati bukan dinilai dari mewahnya bangunan, tapi dari siapa saja yang bisa hidup dan berkembang di dalamnya. Jika hanya melayani kelas menengah ke atas, IKN bisa kehilangan jiwanya sebagai kota masa depan yang adil dan setara.
“Kita tidak ingin IKN berubah jadi kawasan real estate eksklusif. Ini harus jadi kota yang inklusif, di mana semua orang punya tempat, suara, dan kesempatan,” katanya.
BACA JUGA:
Sosok di Balik Desain Istana Wapres di IKN
Senada dengan itu, arsitek Daliana Suryawinata, pemenang sayembara desain Istana Wakil Presiden di IKN, mengajak publik melihat kota dari perspektif baru. Ia memperkenalkan konsep arsitektur regeneratif, yaitu bangunan yang bukan hanya hemat energi, tapi juga memberi kembali ke alam dan masyarakat.
“Arsitektur IKN harus regeneratif. Bukan sekadar ramah lingkungan, tapi juga memulihkan ekosistem dan memperkuat hubungan sosial,” ujarnya.
Ia mencontohkan bangunan dengan sistem daur ulang air, panel surya, serta ruang publik yang mengundang interaksi sosial dan budaya.
“Bayangkan jika tiap bangunan bukan cuma tidak merusak, tapi justru menyembuhkan lingkungan sekitarnya. Itulah masa depan kota,” kata Daliana.
Menurutnya, jika pendekatan ini diterapkan secara menyeluruh, IKN bisa menjadi contoh kota global yang benar-benar berkelanjutan, bukan hanya terlihat hijau di permukaan, tapi juga punya keadilan lingkungan dan sosial sebagai fondasi utamanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....