Pembangunan IKN Dinilai Lebih Cepat Ibukota di Dunia
- 04 Agt 2025 12:05 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan kemajuan yang mengesankan. Meski belum sempurna, dalam waktu kurang dari lima tahun, kawasan ini telah melampaui banyak kota besar yang dibangun puluhan tahun.
“Kalau kita bandingkan dengan Rio deJenairo Brazil, Canbera Australia bahkan Roma, IKN ini paling cepat kemajuannya. Baru dua tahun sudah jadi seperti ini,” ucap pemenanga sayembara rancangan IKN, Sibarani Sofian, saat berkunjung ke IKN, Minggu (3/8/2025).
Meski begitu Sibarani menegaskan bahwa membangun kota bukan urusan cepat-cepat, melainkan tentang konsistensi, visi jangka panjang, dan keterlibatan semua pihak.
Pendiri firma perancang kota URBAN+ dan Ketua Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI) ini adalah pemenang sayembara desain IKN pada 2019. Konsep kemenangannya ialah, “Nagara Rimba Nusa”, menempatkan kota di tengah hutan Kalimantan dengan prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal sebagai fondasi utama.
“Yang kami desain bukan hanya gedung dan jalan. Kami membangun manusia Indonesia untuk masa depan, menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya saat memaparkan progres pembangunan IKN dalam forum internasional.
BACA JUGA:
Basuki: Tak Ada Moratorium, Pembangunan IKN Justru Dipercepat
Menurutnya, IKN adalah kota yang sejak awal dirancang dengan indikator ambisius. Yakni 70% ruang hijau, net zero emission, dan 80% mobilitas menggunakan transportasi publik.
Sibarani menegaskan bahwa tidak ada kota besar di dunia saat ini yang memenuhi seluruh indikator tersebut.
“London, Tokyo, bahkan New York pun belum sepenuhnya bisa. Tapi kita mencoba,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa ide besar ini lahir dari mimpi Presiden ke-7 RI Joko Widodo, namun diwujudkan oleh kerja keras banyak pihak dari kementerian hingga komunitas lokal.
Ia pun membandingkan percepatan pembangunan IKN dengan kota-kota modern lainnya. “BSD butuh 28 tahun untuk menjadi seperti sekarang. IKN membangun setara luas BSD hanya dalam 2-3 tahun,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kota tetap butuh waktu untuk matang. “Kota Roma itu tidak dibangun dalam sehari,” ucapnya.
Sibarani juga menepis anggapan bahwa IKN belum menarik investor. Ia menyebut sejumlah fasilitas yang sudah dibangun murni oleh swasta, seperti hotel, rumah sakit, pusat pelatihan sepak bola, hingga sekolah. “Narasi bahwa tidak ada investor itu tidak benar. Investor nasional sudah masuk, bahkan tanpa dana dari APBN,” kata ahli arsitektur perkotaan ini.
Ia memastikan bangunan yang dibangun tetap menjaga lingkungan asli. “Kalau ada aliran air, jangan ditutup. Kalau ada bukit, jangan diratakan. Kita harus hidup berdampingan dengan alam,” kata Sibarani.
Sibarani menekankan bahwa IKN adalah contoh baru bagi dunia. Yaitu kota masa depan yang inklusif, hijau, dan penuh identitas. “Ini langkah kecil menuju bangsa besar dengan ibu kota yang bisa dibanggakan dunia,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....