Otorita IKN Kumpulkan Kontraktor Penggarap Proyek Tahap Dua
- 21 Jun 2025 00:46 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar rapat pra-konstruksi (Pre-Construction Meeting/PCM) bersama tujuh kontraktor yang akan menggarap proyek peningkatan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Proyek sepanjang 12,2 kilometer ini merupakan bagian dari pembangunan tahap dua IKN, dengan total nilai kontrak mencapai Rp3,04 triliun.
Berbeda dari tahap sebelumnya, proyek ini ditangani langsung oleh OIKN, tidak lagi melalui Kementerian PUPR. Lokasi proyek berada di seksi 1B dan 1C KIPP.
BACA JUGA:
OIKN Teken Proyek Jalan KIPP Senilai 3 Triliun
PCM yang digelar pada Kamis (19/6/2025) di kantor Kemenko 3 KIPP IKN ini menjadi forum awal untuk menyepakati metodologi kerja, penataan lalu lintas proyek, dan koordinasi teknis lintas pihak. Hal ini penting mengingat pengerjaan berlangsung di tengah musim hujan, dengan tenggat waktu hanya sekitar enam bulan hingga akhir Desember.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam menyukseskan fase kedua pembangunan IKN. Ia juga mengingatkan bahwa dalam waktu dekat, akan dilelang tujuh paket besar proyek gedung legislatif, yudikatif, dan ekosistem pendukungnya.
“Saya membayangkan proyek ke depan akan sangat padat. Kita harus bekerja sebagai satu tim, berkolaborasi dan bersinergi,” tegas Basuki.
BACA JUGA:
Pembiayaan IKN Lewat Skema KPBU Makin Diminati Investor
Selain kualitas dan estetika, Basuki juga menyoroti isu lingkungan dan pengelolaan kawasan sempadan sungai. Ia meminta semua pihak disiplin dalam manajemen waktu, lalu lintas proyek, serta operasional batching plant.
“Truk harus bersih, tidak kocar-kacir. Pengangkutan material tidak boleh ODOL. Kalau batching plant masih brutal, saya tutup,” katanya.
Basuki juga menegaskan pentingnya menjaga tata kelola pembangunan IKN secara transparan dan bebas praktik curang.
“Kita mulai fase dua ini dengan semangat baru dan disiplin yang lebih baik. Jangan ada markup progress, suap menyuap, atau praktik tidak etis lainnya,” tegasnya.

Adapun paket peningkatan jalan di KIPP IKN ini dikerjakan oleh konsorsium gabungan perusahaan konstruksi nasional yang terbagi dalam tujuh paket, yaitu:
- Paket A (0,90 km): dikerjakan oleh konsorsium PT ADHI–JAKON–CAHAYA, dengan nilai kontrak Rp513 miliar.
- Paket B (2,32 km): oleh ABIPRAYA–PDK–INTIMKARA, senilai Rp415 miliar.
- Paket C (1,81 km): oleh NINDYA–WKGU–TMPP, senilai Rp410 miliar.
- Paket D (1,37 km): oleh WASKITA–BANGUNNUSA–GEMA, senilai Rp396 miliar.
- Paket E (2,35 km): oleh MODERN–YASA, senilai Rp275 miliar.
- Paket F (2,54 km): oleh HK–PP, dengan nilai terbesar yakni Rp603 miliar.
- Paket G (1 km): oleh WIKA–SPT, dengan nilai Rp426 miliar.
Selain itu, untuk memastikan mutu dan kepatuhan pekerjaan, pengawasan terhadap Paket 1 dan 2 juga dialokasikan sebesar Rp24,5 miliar.
Pembangunan jalan ini merupakan bagian awal dari tahap kedua pembangunan IKN yang berlangsung sepanjang 2025–2029. Tahap ini didukung oleh anggaran Rp48,8 triliun dari APBN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....