TB dan Stunting Jadi Ancaman Nyata Generasi Emas 2045
- 22 Mei 2026 22:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Dua persoalan kesehatan ini dinilai saling berkaitan dan dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Hal tersebut dibahas dalam dialog “Indonesia Sehat” di Pro 1 RRI Samarinda, Kamis, 21 Mei 2026, bersama dokter umum Puskesmas Bukuan Samarinda, Andri Wahyunar Firdaus.
Dalam dialog tersebut, Andri menjelaskan Indonesia tengah mempersiapkan generasi sehat, cerdas, dan produktif untuk menyongsong tahun 2045. Namun, cita-cita tersebut menghadapi ancaman nyata dari tingginya kasus TB dan stunting yang masih ditemukan di masyarakat, khususnya pada anak-anak.
Menurutnya, TB bukan sekadar penyakit batuk menahun seperti yang selama ini dipahami masyarakat. Pada anak-anak, gejala TB justru sering muncul dalam bentuk penurunan berat badan dan gangguan pertumbuhan. Kondisi itu kemudian berkaitan erat dengan stunting yang menyebabkan anak mengalami hambatan perkembangan fisik maupun kecerdasan.
“TB dan stunting ini seperti lingkaran setan. TB membuat anak tidak selera makan, lalu gizinya buruk dan menjadi stunting. Sementara stunting membuat daya tahan tubuh anak lemah sehingga rentan terkena TB,” ujar Andri, dikutip Jumat 22 Mei 2026.
Ia menjelaskan, istilah TBC yang dahulu populer di masyarakat sebenarnya merujuk pada penyakit yang sama dengan TB, yakni infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pergantian istilah sempat dilakukan untuk mengurangi stigma negatif di masyarakat, meski kini istilah TBC kembali digunakan dalam sejumlah program kesehatan nasional.
Di wilayah kerja Puskesmas Bukuan Samarinda, kasus TB masih rutin ditemukan setiap bulan. Meski demikian, Andri menyebut tingkat keberhasilan pengobatan cukup baik karena pasien rutin menjalani terapi hingga tuntas. Mayoritas penderita berasal dari kelompok dewasa muda hingga lanjut usia, namun kasus TB pada anak juga tetap ditemukan.
Selain TB, persoalan stunting juga masih menjadi perhatian serius. Puskesmas Bukuan mencatat cukup banyak kasus gizi kurang dan berat badan anak yang tidak naik sesuai usia. Melalui intervensi tenaga gizi dan pemantauan posyandu, kondisi tersebut terus diupayakan membaik agar target bebas stunting dapat tercapai.
Ia mengingatkan, penularan TB pada anak sebagian besar berasal dari orang dewasa di lingkungan sekitar. Rumah yang lembap, minim ventilasi, dan kurang terkena sinar matahari juga meningkatkan risiko penyebaran bakteri TB. Ia menegaskan, sinar matahari menjadi salah satu faktor penting untuk membunuh kuman penyebab TBC.
“Sekitar 80 persen anak tertular TB dari orang dewasa. Karena itu, jika ada orang dewasa yang mengalami batuk lama, masyarakat harus segera menyarankan pemeriksaan agar penularan ke anak-anak bisa dicegah,” katanya.
Dalam sesi interaktif, sejumlah pendengar juga menanyakan risiko penularan TB di sekolah hingga keamanan obat TBC bagi ibu hamil. Menanggapi hal itu, Andri memastikan pengobatan TB aman dikonsumsi ibu hamil karena sudah melalui penelitian medis dan pengawasan dokter. Ia juga menekankan pentingnya menghabiskan obat TB minimal enam bulan agar bakteri tidak menjadi kebal terhadap pengobatan.
Untuk menekan kasus TB dan stunting, Puskesmas Bukuan menjalankan berbagai program seperti “Aksi 1 TB” dan “Bidadari Ramah”. Program tersebut meliputi skrining kesehatan, investigasi kontak pasien TB, edukasi masyarakat, pemantauan gizi anak, hingga pendampingan ibu hamil dan balita melalui kader kesehatan.
Di akhir dialog, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga, terutama melalui imunisasi, pola makan bergizi seimbang, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Generasi Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas kesehatan anak-anak saat ini.
“Cegah TB, penuhi gizi supaya anak tumbuh sehat dan optimal. Bonus demografi 2045 hanya bisa tercapai jika generasi mudanya sehat, bebas stunting, dan terbebas dari TB,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....