BBPOM Ajak Generasi Muda dan Masyarakat Bersatu Lawan Penyalahgunaan OOT
- 19 Mei 2026 14:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda menegaskan generasi muda menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi merusak masa depan generasi produktif.
Kepala BBPOM Agung Kurniawan di Samarinda mengatakan, penyalahgunaan obat tertentu kini tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi ancaman sosial yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Ini adalah ancaman tersembunyi yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu kami ingin membangun komitmen bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan OOT,” katanya kepada rri.co.id dalam kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT dan Peran APBN dalam Pencegahan Penyalahgunaan OOT di Aula KPPN Samarinda, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Agung, generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terpapar penyalahgunaan obat tertentu akibat pengaruh lingkungan sosial dan minimnya pemahaman mengenai dampak penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Dalam pemaparan BBPOM Samarinda, sejumlah obat seperti tramadol, triheksifenidil, amitriptilin hingga dekstrometorfan disebut dapat menimbulkan efek halusinasi, perubahan perilaku agresif, ketergantungan hingga kerusakan otak permanen apabila disalahgunakan.
Tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, penyalahgunaan OOT juga dinilai dapat memicu gangguan sosial dan kriminalitas di kalangan remaja. Karena itu, BBPOM Samarinda melibatkan pelajar, mahasiswa, organisasi profesi kesehatan, PKK, Karang Taruna hingga komunitas masyarakat dalam gerakan pencegahan tersebut.
Agung menilai, pengawasan tidak dapat berjalan efektif apabila hanya dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia menegaskan masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam perlindungan lingkungan sekitar dari penyalahgunaan obat tertentu dan peredaran obat ilegal.
“Nah, inilah melalui masyarakat yang lebih berdaya kita harapkan mereka mampu melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dan edukasi agar penyalahgunaan obat tertentu tidak semakin meluas di Kalimantan Timur.
“Ketika kita berdiri bersama-sama tentu hasilnya akan berbeda dibanding berjalan sendiri-sendiri. Karena itu kolaborasi menjadi kunci utama dalam pencegahan penyalahgunaan OOT,” ucapnya.
Selain edukasi langsung kepada masyarakat, BBPOM Samarinda juga terus mendorong penguatan pengawasan terhadap penjualan obat ilegal melalui media sosial, e-commerce dan jasa logistik yang kini semakin mudah diakses masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....