BBPOM Ungkap Ancaman Tersembunyi Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu
- 19 Mei 2026 14:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda mengingatkan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) kini menjadi ancaman tersembunyi yang peredarannya terus meningkat dan mulai bergeser menggantikan penyalahgunaan narkotika konvensional.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala BBPOM di Samarinda Agung Kurniawan dalam kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT dan Peran APBN dalam Pencegahan Penyalahgunaan OOT di Aula Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Samarinda, Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan itu melibatkan aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, akademisi, pelajar hingga komunitas masyarakat sebagai upaya memperkuat pengawasan bersama.
Agung mengatakan, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu. Padahal, penyalahgunaan OOT kini berkembang menjadi fenomena serius karena menyasar kelompok usia produktif hingga pelajar.
“Ini adalah ancaman tersembunyi yang perlu menjadi perhatian bersama. Karena penyalahgunaan OOT semakin marak dan perlu diantisipasi melalui kolaborasi seluruh pihak,” katanya kepada RRI.co.id.
Dalam pemaparan BBPOM Samarinda, ditunjukkan adanya tren pergeseran penyalahgunaan dari narkotika ke obat-obatan tertentu. Agung menjelaskan, ketatnya pengawasan narkotika dan psikotropika membuat penyalahgunaan mulai bergeser ke obat-obatan tertentu yang efeknya dinilai hampir serupa.
“Efeknya kurang lebih mirip dengan narkotika dan psikotropika, seperti halusinasi, ketergantungan dan perubahan perilaku mental,” ujarnya.
Data yang dipaparkan BBPOM menunjukkan lonjakan penyalahgunaan OOT terjadi signifikan sepanjang 2020 hingga 2023 dan bahkan mulai melampaui penyalahgunaan narkotika tertentu. Secara nasional, sekitar 42 persen kasus penyalahgunaan zat di Indonesia diperkirakan berasal dari kategori OOT.
Selain itu, penyitaan terhadap obat jenis tramadol dan trihexyphenidyl juga meningkat tajam. BBPOM mencatat tren penyitaan pharmaceutical opioid atau opioid farmasi secara global meningkat hingga 615 persen dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan perubahan pola penyalahgunaan zat terlarang yang kini tidak lagi hanya didominasi narkotika ilegal, tetapi juga obat medis tertentu yang disalahgunakan tanpa pengawasan.
Agung menjelaskan, penyalahgunaan OOT sering kali berawal dari rasa penasaran dan pengaruh lingkungan pergaulan. Kemudahan akses pembelian obat melalui media sosial dan e-commerce juga dinilai memperbesar risiko penyalahgunaan di kalangan remaja.
Dalam paparannya, BBPOM Samarinda mengungkap hasil cyber patrol menunjukkan mayoritas temuan penjualan obat ilegal dilakukan secara daring. Jumlah tautan penjualan OOT ilegal yang ditemukan bahkan meningkat dua kali lipat dalam tujuh tahun terakhir.
“Ketika semua ada dalam genggaman melalui handphone, akses terhadap obat-obatan tertentu menjadi semakin mudah dan masif,” katanya.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan, penyalahgunaan OOT juga disebut dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas. BBPOM menyoroti sejumlah kasus tawuran, kekerasan jalanan hingga tindak kriminal yang dipicu efek hiperaktif dan perubahan perilaku akibat penyalahgunaan obat tertentu.
“Ini bukan hanya berdampak kepada yang mengonsumsi, tetapi juga menimbulkan efek sosial di masyarakat,” ucap Agung.
Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan aparat penegak hukum dan pemerintah. Keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas masyarakat hingga media massa dinilai penting untuk membangun kewaspadaan kolektif terhadap penyalahgunaan OOT.
“Kegiatan ini bukan hanya milik BBPOM Samarinda, tetapi milik kita bersama. Kami ingin membangun komitmen bersama agar pencegahan bisa lebih masif dan masyarakat semakin berdaya melindungi diri serta lingkungannya,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BBPOM Samarinda juga menggandeng Badan Narkotika Nasional, organisasi profesi kesehatan, akademisi, pelajar, komunitas Pramuka hingga media untuk memperluas edukasi bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....