Kunci Sabar dan Teknik PDKT dalam Perawatan Pasien ODGJ di Rumah
- 11 Apr 2026 12:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Perawat kesehatan jiwa RSJD Atma Husada Kalimantan Timur, Eko Rianto, menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan bertahap dalam menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), terutama saat pasien berada dalam kondisi tidak stabil.
Langkah awal yang dinilai paling krusial adalah memastikan kondisi pasien dalam keadaan tenang melalui penanganan medis, sebelum dilakukan interaksi personal atau pendekatan secara emosional.
Proses penenangan pasien ODGJ memiliki durasi yang bervariasi, tergantung kondisi psikis masing-masing individu. Ada pasien yang dapat tenang dalam waktu sekitar delapan jam, namun ada pula yang membutuhkan waktu hingga satu minggu.
Menurut Eko, penggunaan obat-obatan terlarang atau narkotika sering menjadi faktor utama yang memperlambat proses pemulihan kondisi pasien.
Ia juga menjelaskan, keluarga perlu memiliki strategi khusus saat menghadapi fase halusinasi pada pasien. Halusinasi tersebut terbagi dalam empat tingkatan, mulai dari bisikan tidak jelas hingga fase puncak ketika pasien merasa terancam atau diteror. Kondisi ini berisiko memicu tindakan agresif sebagai bentuk pertahanan diri.
“Prosesnya memang panjang. Pasien diberikan obat atau injeksi terlebih dahulu, setelah tenang baru dilakukan pendekatan secara perlahan untuk mengetahui akar permasalahannya,” ujar Eko dalam dialog Dokter Etam di RRI Samarinda, dikutip Sabtu 11 April 2026.
Ia menegaskan, pemahaman keluarga terhadap fase-fase tersebut sangat penting guna mencegah kejadian yang tidak diinginkan di lingkungan rumah.
Selain penanganan medis, komunikasi verbal juga memegang peran penting dalam proses pemulihan. Keluarga diimbau untuk tidak memberikan label negatif maupun menggunakan kata-kata kasar kepada pasien.
Pasien ODGJ cenderung memiliki sensitivitas emosional yang tinggi dan dapat menyimpan ingatan terhadap kata-kata negatif dalam jangka panjang, yang berpotensi memperburuk kondisi mental mereka.
Sebaliknya, tenaga medis menyarankan agar keluarga memberikan pujian dan apresiasi atas setiap perkembangan kecil yang dicapai pasien. Jika pasien sulit diarahkan, keluarga disarankan untuk berkoordinasi dengan dokter guna penyesuaian dosis obat atau terapi medis lainnya.
Sebagai upaya pencegahan, edukasi sejak dini kepada remaja juga dinilai penting, terutama terkait bahaya penyalahgunaan zat yang dapat memicu gangguan jiwa.
Lingkungan keluarga yang suportif serta kemampuan dalam mengenali perubahan perilaku menjadi faktor utama dalam keberhasilan perawatan ODGJ di luar fasilitas kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....