Kebiasaan yang Memicu Penyakit Jantung
- 06 Feb 2026 20:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Memiliki jantung yang sehat sangat penting untuk menunjang aktivitas dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang tanpa sadar mengabaikannya. Kebiasaan keliru yang dilakukan terus-menerus justru dapat memicu munculnya berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung.
Melansir laman Health, Jumat (6/2/2026), terdapat sejumlah kebiasaan buruk yang kerap menjadi pemicu penyakit jantung. Berikut di antaranya.
1. Mengonsumsi terlalu banyak garam
Garam mengandung natrium yang berfungsi menjaga kerja saraf dan otot. Dalam jumlah wajar, garam penting bagi tubuh. Namun jika dikonsumsi berlebihan, natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung dan serangan jantung.
2. Kecanduan scroll handphone sebelum tidur
Di era digital, banyak orang bergantung pada handphone dalam keseharian. Kebiasaan scrolling sebelum tidur ternyata tidak hanya mengurangi waktu istirahat, tetapi juga mengganggu kualitas tidur.
Paparan cahaya biru dari layar ponsel menghambat produksi hormon melatonin, hormon yang membantu tubuh rileks dan tertidur nyenyak. Kurang tidur berkualitas berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah dan peradangan dalam tubuh, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
3. Terlalu banyak duduk
Duduk terlalu lama menjadi salah satu pemicu penyakit kronis. Saat tubuh kurang bergerak, pembakaran kalori tidak berjalan optimal. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, berat badan akan mudah naik dan memicu tekanan darah tinggi, diabetes, serta berbagai gangguan lain yang membahayakan kesehatan jantung.
4. Kurang bersosialisasi
Kurangnya interaksi sosial juga berdampak pada kesehatan jantung. Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Ketika seseorang jarang bersosialisasi atau merasa kesepian, tubuh dapat mengalami stres dan kecemasan berkepanjangan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, setara dengan faktor risiko seperti merokok dan kurang aktivitas fisik.
Interaksi sederhana seperti berbincang dengan keluarga, bertemu teman, atau aktif di komunitas dapat membantu tubuh lebih rileks dan mendukung kerja jantung yang lebih sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....