Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan di NTT
- 20 Agt 2026 16:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan hak belajar murid di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terpenuhi meskipun sejumlah wilayah terdampak bencana.
Dikutip dari laman kemendikdasmen.go.id, Kamis 20 Agustus 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, keberlangsungan pembelajaran di daerah terdampak harus disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan dan mengutamakan keselamatan guru serta murid.
“Prioritas dan komitmen kami adalah keselamatan guru dan murid di wilayah terdampak. Oleh karena itu, pembelajaran dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, salah satunya melalui sistem pembelajaran darurat dengan kurikulum darurat,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.
Kemendikdasmen juga telah mengirimkan bantuan untuk mendukung proses pembelajaran di sejumlah wilayah terdampak. Di Labuan Bajo, tim Kemendikdasmen telah tiba dengan membawa 2.000 paket bingkisan anak, 800 school kit, dan 70 family kit.
Berdasarkan data Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) per 19 Agustus 2026, bencana berdampak terhadap 512 satuan pendidikan di tujuh kabupaten. Sebanyak 94.452 murid serta 8.755 guru dan tenaga kependidikan turut terdampak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.268 murid di 276 satuan pendidikan sementara waktu diliburkan. Proses belajar dilakukan secara mandiri dari rumah maupun di lokasi pengungsian, menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
Untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran, Kemendikdasmen melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) menyediakan panduan pembelajaran dalam kondisi darurat. Kepala BKPDM Toni Toharudin mengatakan, pihaknya terus memberikan dukungan agar hak belajar murid tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi terbatas.
“Kehadiran kami menjadi bagian dari komitmen memastikan pendidikan tidak berhenti dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Panduan tersebut disusun dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kondisi sarana dan prasarana, keadaan murid dan guru, serta lingkungan sekitar. Metode pembelajaran dapat dilakukan melalui tatap muka terbatas, pembelajaran mandiri, maupun metode lain yang sesuai dengan kondisi daerah.
Materi pembelajaran difokuskan pada kompetensi esensial, seperti literasi, numerasi, keselamatan diri, dan dukungan psikososial. Aspek pemulihan psikososial juga menjadi perhatian agar lingkungan sekolah kembali menjadi ruang aman bagi murid dan warga sekolah.
Kemendikdasmen menyediakan contoh kegiatan pembelajaran melalui laman Rumah Pendidikan yang dapat dimanfaatkan satuan pendidikan terdampak sebagai referensi dalam melaksanakan pembelajaran selama masa darurat.
Kemendikdasmen mengajak pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memastikan pembelajaran tetap berlangsung dengan mengutamakan keselamatan, fleksibilitas, dan kebutuhan murid.
Upaya tersebut diharapkan memastikan bencana tidak menghalangi anak-anak di NTT memperoleh hak atas pendidikan dan secara bertahap kembali mengikuti proses pembelajaran secara normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....