Harganas 2026: Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Indonesia Emas
- 05 Jun 2026 16:59 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 yang jatuh pada 29 Juni 2026 dan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Dalam dialog Program Indonesia Sehat Pro 1 RRI Samarinda, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Sunarto, SKM., M.Adm.KP, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Sunarto, Kalimantan Timur memiliki posisi yang sangat penting sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama agar daerah ini mampu menjadi etalase kemajuan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak dalam memperkuat kualitas keluarga dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan secara instan. Ketahanan keluarga harus dibangun melalui berbagai aspek, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, pengasuhan anak yang tepat, penanganan stunting, hingga peningkatan kualitas hidup lanjut usia. Semua tahapan tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Sunarto juga menyoroti pentingnya program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi. Pada tahun 2026, fokus intervensi tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada perbaikan rumah tidak layak huni, sanitasi, serta akses air bersih sebagai faktor penting dalam pencegahan stunting.
“Genting adalah gerakan gotong royong membantu saudara-saudara kita yang secara finansial belum beruntung. Mari kita bersama-sama mengulurkan tangan dan menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang berisiko stunting,” ujar Sunarto.
Selain Genting, Kemendukbangga/BKKBN juga menjalankan program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK) yang bertujuan memperkuat ekonomi keluarga. Menurutnya, peningkatan pendapatan keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak sehingga mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Terkait peringatan Hari Lansia Nasional, Sunarto menegaskan bahwa jumlah lansia saat ini terus meningkat seiring bonus demografi yang sedang berlangsung. Kondisi tersebut menuntut adanya perhatian serius agar lansia tetap sehat, aktif, dan produktif. Melalui program Lansia Berdaya (Sidaya), pemerintah menghadirkan sekolah lansia yang memberikan edukasi tentang kesehatan, komunikasi sosial, hingga penguatan psikologis bagi para lanjut usia.
Program Sidaya diharapkan mampu mencegah lansia menjadi kelompok yang rentan dan bergantung sepenuhnya kepada keluarga. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial, lansia didorong untuk tetap aktif menggunakan kemampuan kognitifnya sehingga risiko demensia dan penurunan fungsi mental dapat diminimalkan.
Dalam dialog tersebut, Sunarto juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga melalui komunikasi yang terbuka antara suami dan istri. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga yang muncul akibat kurangnya komunikasi yang efektif. Keterbukaan dan saling memahami peran masing-masing menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.
Di sisi lain, Kemendukbangga/BKKBN juga menggencarkan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini lahir sebagai respons terhadap meningkatnya fenomena fatherless atau hilangnya figur ayah dalam proses pengasuhan anak. Berdasarkan data yang dimiliki lembaganya, sekitar 24,6 persen keluarga yang memiliki remaja mengaku mengalami kehilangan sosok ayah dalam kehidupan sehari-hari.
“Para ayah harus kembali terlibat dalam proses pengasuhan anak. Jangan hanya merasa cukup dengan mencari nafkah. Kedekatan emosional ayah sangat memengaruhi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak kita,” ucap Sunarto.
Dengan momentum HARGANAS dan Hari Lansia Nasional Tahun 2026, Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Timur mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan sejahtera. Dengan keluarga yang kuat serta lansia yang berdaya, diharapkan cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, sehat, dan berdaya saing pada tahun 2045 dapat tercapai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....