Kaltim Perkuat Pendampingan Penyuluh Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

  • 19 Jun 2026 10:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur terus memperkuat pendampingan dan kapasitas penyuluh pertanian di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mendukung program strategis Kementerian Pertanian menuju swasembada pangan nasional. Memasuki pertengahan Juni 2026, kegiatan penguatan pendampingan dilaksanakan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Berau, dan Kutai Kartanegara dengan melibatkan ratusan penyuluh serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian.

Di Kabupaten Penajam Paser Utara, BRMP Kalimantan Timur menggelar koordinasi dan sosialisasi bantuan pemerintah di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Petung. Kegiatan tersebut dihadiri Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Tim Sekretariat BRMP Pusat, serta 65 penyuluh pertanian dari wilayah Petung, Babulu, dan Sepaku. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan pemahaman penyuluh terkait pengawalan program strategis Kementerian Pertanian dan pemanfaatan aplikasi e-Banper.

Sementara itu, di Kabupaten Berau, kegiatan serupa dilaksanakan dengan melibatkan 94 penyuluh pertanian dari seluruh wilayah kabupaten. Selain penyuluh, kegiatan juga dihadiri unsur pemerintah daerah, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, serta perwakilan Kodim.

Pada kesempatan berbeda di Kabupaten Kutai Kartanegara, BRMP Kaltim menggelar pertemuan penyuluh yang menghadirkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Koordinator Penyuluh Provinsi Kalimantan Timur, serta Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian. Pertemuan tersebut menjadi forum penyamaan persepsi dan penguatan sinergi dalam mendukung target swasembada pangan yang berkelanjutan.

Kepala BRMP Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, menegaskan bahwa penyuluh memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. Menurutnya, keberhasilan program nasional sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang dilakukan di tingkat lapangan.

“Penyuluh merupakan garda terdepan dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian. Peran mereka sangat penting untuk memastikan berbagai program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar Ahmad Subhan.

Ia menambahkan, berbagai target yang harus dikawal penyuluh meliputi peningkatan luas tambah tanam (LTT), optimalisasi lahan, bantuan pemerintah, penguatan kelompok tani, hingga percepatan serapan gabah. Seluruh indikator tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan produksi pertanian nasional.

Koordinator Penyuluh Provinsi Kalimantan Timur, Badri, SP., MP., menekankan pentingnya peningkatan kinerja penyuluh, termasuk dalam pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang menjadi salah satu target pembangunan pertanian di daerah.

“Selain mendukung program utama pertanian, penyuluh juga memiliki tanggung jawab dalam penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani. Untuk Kalimantan Timur ditargetkan terbentuk tiga unit KEP yang mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing petani,” kata Badri.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara, Muhammad Rifani, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program pendampingan pertanian. Ia meminta setiap penyuluh memahami secara rinci wilayah kerja dan kawasan prioritas pengembangan pertanian yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Penyuluh harus memahami karakteristik wilayah binaannya agar program yang dijalankan sesuai dengan potensi dan kebutuhan petani. Dengan demikian, pengembangan kawasan pertanian dapat berlangsung lebih efektif dan terarah,” ujarnya.

Pada aspek pengelolaan bantuan pemerintah, Tim Sekretariat BRMP Pusat memberikan pembekalan mengenai aplikasi e-Banper kepada para penyuluh. Entis Sirnawati, menjelaskan pentingnya pemahaman sistem digital dalam proses pengelolaan bantuan, sementara Yoshi Sulustianingsih, memaparkan implementasi e-Banper dalam pengusulan dan verifikasi Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL).

“Penguasaan aplikasi e-Banper menjadi faktor penting untuk memastikan proses pengusulan dan verifikasi bantuan berjalan akurat, transparan, dan tepat sasaran,” kata Yoshi.

Sementara itu, Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Afrilia Tri Widyawati, SP., MP., mengingatkan bahwa meskipun implementasi e-Banper terus ditingkatkan, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu diselesaikan di lapangan.

“Apabila terdapat hambatan dalam penggunaan aplikasi, pengusulan bantuan masih dapat dilakukan melalui mekanisme manual sesuai prosedur yang berlaku agar pelayanan kepada petani tetap berjalan,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan di tiga kabupaten tersebut, BRMP Kalimantan Timur berharap terbangun kesamaan persepsi dan irama kerja seluruh penyuluh dalam mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....