Pepaya Calina, Solusi Cerdas Bertani di Pekarangan Rumah dan Lahan Sempit
- 19 Apr 2026 02:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pengembangan sektor pertanian berbasis pekarangan terus menunjukkan potensi yang menjanjikan di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Timur. Salah satunya terlihat di Kebun Samboja, Kutai Kartanegara yang menjadi lokasi pengembangan tanaman pangan sekaligus hortikultura oleh para penyuluh pertanian. Upaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong kemandirian pangan rumah tangga.
Di kebun tersebut, kelompok tani tidak hanya berfokus pada tanaman pangan, tetapi juga mulai mengembangkan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis. Salah satu yang menjadi unggulan adalah pepaya varietas Calina, yang dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis lainnya.
Penyuluh Pertanian BRMP Kalimantan Timur, Margaretha, menjelaskan bahwa pepaya Calina dipilih karena karakteristiknya yang cocok dikembangkan di lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah. “Ini merupakan pepaya varietas Calina. Pepaya jenis ini selain digunakan untuk tanaman produksi, kita juga bisa mengembangkannya di halaman rumah sebagai tanaman hias,” ujarnya.
Menurut Margaretha, keunggulan utama pepaya Calina terletak pada ukuran pohonnya yang relatif pendek, namun mampu menghasilkan buah dalam jumlah banyak. Kondisi ini membuatnya ideal bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan sempit tanpa mengorbankan produktivitas.
Pengembangan pepaya ini juga telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Saat ini, tanaman yang dibudidayakan di Kebun Samboja telah memasuki panen keempat. Hal ini menjadi indikator bahwa teknik budidaya yang diterapkan berjalan dengan baik dan konsisten.
Meski demikian, Margaretha menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari proses pemeliharaan yang rutin dan tepat. “Untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang optimal, kita harus melakukan pemeliharaan, mulai dari pemberian pupuk sesuai kebutuhan hingga monitoring pertumbuhan tanaman,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perawatan tanaman tidak hanya sebatas pemupukan, tetapi juga mencakup tindakan teknis seperti pemangkasan tunas dan seleksi buah. Tunas-tunas yang tidak diperlukan perlu dibuang agar tidak mengganggu pertumbuhan utama tanaman, sementara buah yang tidak berkembang optimal juga harus diseleksi.
Langkah seleksi ini penting untuk memastikan distribusi nutrisi tetap terfokus pada buah yang memiliki potensi tumbuh maksimal. Dengan demikian, kualitas dan ukuran buah yang dihasilkan dapat lebih terjaga, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen.
Dengan tinggi tanaman yang relatif rendah namun sudah mampu berbuah lebat, pepaya Calina menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam di pekarangan. Selain memberikan manfaat ekonomi, kehadiran tanaman ini juga dapat mempercantik lingkungan rumah, sekaligus mendorong gaya hidup mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....