Pemerintah Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen dalam RAPBN 2027

  • 19 Agt 2026 13:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Target yang cukup ekspansif tersebut diyakini dapat dicapai seiring dengan semakin kuatnya fondasi pemulihan ekonomi nasional dan meningkatnya efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu,) Suahasil Nazara, mengatakan optimisme pemerintah didukung oleh kinerja ekonomi nasional yang terus menunjukkan tren positif. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen dan diproyeksikan meningkat pada kuartal III dan IV hingga berada di atas 5,5 persen.

"Kinerja tersebut ditopang oleh indikator industri manufaktur (PMI) yang konsisten berada di zona ekspansif, ketahanan ekspor yang semakin kuat, serta belanja negara yang tetap terjaga," ujar Suahasil di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2026.

Dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Rabu 19 Agustus 2026, Suahasil menjelaskan target pertumbuhan ekonomi 6 persen merupakan arahan langsung Presiden yang mendorong seluruh jajaran pemerintah menetapkan sasaran pembangunan yang tinggi. Menurutnya, cita-cita perlu dipasang setinggi mungkin agar dapat menghasilkan capaian pembangunan yang optimal.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai strategi dengan memperkuat seluruh komponen Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu fokus utama adalah menjaga konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi sekitar 53–54 persen terhadap PDB nasional.

Suahasil mengatakan APBN akan terus berperan sebagai instrumen utama untuk menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program perlindungan sosial, bantuan sosial, serta kebijakan yang dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Menurutnya, menjaga konsumsi masyarakat menjadi penting karena daya beli memiliki peran besar dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan kebijakan fiskal tetap memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

Selain konsumsi rumah tangga, pemerintah juga mendorong peningkatan investasi melalui peran Danantara. Konsolidasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara diharapkan mampu menjadi katalisator untuk menarik partisipasi investasi swasta, baik dari dalam maupun luar negeri.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan efisiensi belanja negara dengan memprioritaskan program yang memiliki dampak pengganda (multiplier effect) tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas belanja tanpa harus memperbesar defisit anggaran.

Pemerintah juga berupaya memanfaatkan peluang ekspor yang semakin terbuka sekaligus memperkuat pengawasan Devisa Hasil Ekspor melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah praktik under-invoicing dan transfer pricing yang berpotensi mengurangi penerimaan negara.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menetapkan target defisit anggaran sekitar 2,4 persen terhadap PDB. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Suahasil menilai kombinasi antara target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan defisit yang lebih rendah menunjukkan APBN semakin efisien dalam mendorong aktivitas ekonomi.

"Defisit yang lebih rendah tidak menahan pertumbuhan, justru pertumbuhan meningkat. Ini menunjukkan APBN kita semakin efisien dan setiap rupiah uang rakyat memberikan dampak pengganda yang lebih besar bagi perekonomian," ujarnya.

Ke depan, pemerintah akan memperkuat delapan Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) melalui peluncuran 10 Agenda Transformasi Indonesia yang berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat.

Program tersebut mencakup renovasi puskesmas, rumah sakit, dan sekolah; pembentukan bursa komoditas strategis; pengembangan Pusat Finansial Internasional; elektrifikasi mobilitas rakyat; kebijakan dwi kewarganegaraan; keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG); hingga pembentukan Danantara Development Management Fund.

Melalui berbagai strategi tersebut, pemerintah optimistis RAPBN 2027 tidak hanya mampu menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memastikan kebijakan fiskal mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Efektivitas belanja negara, peningkatan investasi, penguatan ekspor, serta terjaganya daya beli akan menjadi sejumlah faktor penting dalam menentukan pencapaian target tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....