Mentan Targetkan Pengembangan Komoditas Jangka Panjang 10 Ribu Hektare di Alor

  • 11 Agt 2026 14:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusa Tenggara Timur – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menargetkan pengembangan tanaman komoditas jangka panjang seluas 10 ribu hektare di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program tersebut difokuskan pada komoditas yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat, yakni kelapa, kakao, dan jambu mete.

Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Alor. Amran menyampaikan target tersebut saat meninjau perkembangan tanaman kakao di wilayah Alor, Sabtu 8 Agustus 2026.

Menurut Amran, apabila setiap hektare lahan dikelola oleh satu keluarga, sedikitnya 10 ribu keluarga atau sekitar 40 ribu orang dapat memperoleh manfaat langsung dari program tersebut.

“Kita harus bekerja sungguh-sungguh agar kemiskinan di Alor bisa ditekan,” ujar Amran saat meninjau perkembangan tanaman kakao di Alor.

Pemerintah memberikan dukungan berupa bibit unggul serta biaya tanam yang sepenuhnya ditanggung pemerintah. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan bibit dan melakukan penanaman komoditas yang telah ditetapkan.

Selain bantuan bibit dan biaya tanam, pemerintah juga menyiapkan pendampingan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga memasuki masa panen.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Selasa 11 Agustus 2026, Amran menegaskan program tersebut merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Bibitnya dari pemerintah, biaya tanamnya juga dari pemerintah. Gratis untuk rakyat. PPL harus mengawal sampai tumbuh dan berhasil. Ini kesempatan untuk membangun Alor dan mengubah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Amran mengatakan tanaman kakao, kelapa, dan jambu mete merupakan komoditas yang memiliki potensi sebagai investasi jangka panjang. Ketiga komoditas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Alor selama puluhan tahun ke depan.

Karena itu, penanaman bibit unggul harus dilakukan secara optimal. Pemerintah juga meminta petugas di lapangan melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produksi maksimal.

Menurut Amran, pengembangan komoditas jangka panjang tidak hanya berkaitan dengan penanaman, tetapi juga harus diikuti dengan perawatan dan pengelolaan yang baik. Keberhasilan program sangat bergantung pada konsistensi pendampingan serta keterlibatan masyarakat dalam mengelola lahan.

Kunjungan Amran ke Kabupaten Alor menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pembangunan pertanian tidak berhenti pada tahap perencanaan dan pendistribusian bantuan. Pemerintah ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Amran menegaskan pentingnya melihat kondisi masyarakat secara langsung sebelum menentukan langkah kebijakan. Menurut dia, pemerintah perlu mengetahui kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petani di daerah agar program yang dijalankan tepat sasaran.

“Kita tidak boleh hanya berbicara dari Jakarta. Saya datang ke sini untuk melihat langsung, mendengar langsung, dan langsung memutuskan apa yang harus dikerjakan,” ujar Amran.

Ia menambahkan, pemerintah menjalankan program pertanian dalam jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus membangun sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Ada program jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita jalankan,” katanya.

Melalui pengembangan 10 ribu hektare komoditas unggulan, pemerintah berharap perekonomian masyarakat Alor semakin kuat. Pengembangan kakao, kelapa, dan jambu mete juga diharapkan dapat membuka peluang pendapatan bagi ribuan keluarga serta membantu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Alor.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan potensi pertanian daerah berbasis kondisi agroklimat. Dengan dukungan bibit unggul, pembiayaan penanaman, dan pendampingan PPL, pengembangan komoditas jangka panjang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Alor secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....