Ayam KUB Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan Kaltim
- 02 Agt 2026 13:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya bertumpu pada sektor tanaman pangan, tetapi juga terus diperkuat melalui pengembangan subsektor peternakan. Salah satu inovasi yang kini mulai dikembangkan di Kalimantan Timur adalah penyediaan sumber bibit Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) spesifik lokasi oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur. Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan bibit ayam kampung unggul sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dr. Ludy K. Kristianto, dari BRMP Kalimantan Timur menyampaikan hal ini dalam program Suara Nusantara Pro 1 RRI Samarinda. Menurutnya, komoditas peternakan memiliki peran strategis dalam menyediakan protein hewani berkualitas bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan peternak melalui usaha yang berkelanjutan.
Dr. Ludy menjelaskan, Ayam KUB merupakan hasil pemuliaan ayam lokal Indonesia yang dilakukan Kementerian Pertanian tanpa persilangan dengan ayam ras. Karena berasal dari plasma nutfah ayam kampung asli Indonesia, Ayam KUB tetap memiliki cita rasa khas ayam kampung, namun dengan produktivitas yang jauh lebih baik, baik dari sisi pertumbuhan maupun produksi telur.
"Ayam KUB ini benar-benar merupakan ayam kampung Indonesia, tidak ada persilangan dengan ayam ras. Karena itu cita rasa dagingnya tetap khas ayam kampung, tetapi memiliki produktivitas yang lebih tinggi sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai sumber bibit unggul di Kalimantan Timur," ujar Dr. Ludy.
Ia mengatakan, BRMP Kalimantan Timur mulai menjalankan program pengembangan Ayam KUB pada tahun 2026 sebagai bagian dari program nasional Kementerian Pertanian. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan bibit ayam kampung berkualitas yang selama ini masih terbatas di berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Melalui kajian yang telah dilakukan, Ayam KUB terbukti mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan Kalimantan Timur. Karakter pertumbuhan, bobot badan, umur pertama bertelur, hingga produktivitasnya tidak berbeda dengan performa Ayam KUB di daerah lain. Hal inilah yang menjadi dasar pengembangan sumber bibit spesifik lokasi sehingga peternak memperoleh bibit yang sesuai dengan kondisi wilayahnya.
Pada tahun 2026, BRMP Kalimantan Timur ditargetkan mampu menghasilkan sebanyak 1.700 DOC (Day Old Chick) atau anak ayam umur sehari. Sebanyak 50 persen akan dimanfaatkan sebagai kegiatan diseminasi kepada kelompok tani, sedangkan sisanya dipasarkan melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan harga yang tetap terjangkau agar masyarakat lebih mudah memperoleh bibit unggul tersebut.
Selain memiliki pertumbuhan yang cepat, Ayam KUB juga dinilai lebih efisien untuk dibudidayakan. Ayam jantan sudah dapat dipanen pada umur sekitar 2,5 hingga 3 bulan dengan bobot mencapai sekitar 1,5 kilogram. Sementara ayam betina mulai bertelur pada usia sekitar lima bulan dengan produktivitas mencapai sekitar 200 butir telur per ekor setiap tahun, jauh lebih tinggi dibanding ayam kampung biasa karena sifat mengeramnya relatif rendah.
Dr. Ludy menambahkan, peluang pengembangan Ayam KUB sangat terbuka, terutama bagi kelompok tani maupun peternak pemula. Selain dapat memanfaatkan pakan alternatif dari limbah rumah tangga setelah memasuki fase tertentu, usaha ini juga dinilai mampu mendukung program ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat apabila dikelola secara baik.
"Sebelum memulai usaha, peternak harus melihat peluang pasar terlebih dahulu. Kalau pasar sudah tersedia, Ayam KUB memiliki prospek yang sangat baik karena kualitas dagingnya unggul dan mampu menjadi peluang usaha sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat," katanya.
Ke depan, BRMP Kalimantan Timur berharap semakin banyak kelompok tani yang terlibat dalam pengembangan Ayam KUB sehingga sumber bibit unggul tidak lagi bergantung dari luar daerah. Dengan dukungan pemerintah, pendampingan teknis, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap ayam kampung berkualitas, Ayam KUB diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak pengembangan peternakan lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....