Peredaran Etomidate Meningkat, Polda Kaltim Awasi Toko Vape hingga Ekspedisi
- 09 Agt 2026 10:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Peredaran etomidate yang ditemukan dalam liquid vape atau pod membuat Polda Kalimantan Timur (Kaltim) memperluas pengawasan. Polisi kini tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga memantau jalur distribusi mulai dari distributor, toko vape hingga jasa pengiriman barang.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengatakan, pengawasan diperketat setelah pihaknya menemukan peningkatan peredaran etomidate dalam enam bulan terakhir.
"Kita melihat ada peningkatan yang cukup signifikan dalam hal peredaran dan penyebaran narkotika golongan II etomidate yang menjadi liquid yang ada di dalam vape ataupun pod selama enam bulan terakhir ini," ujar Romy, dikutip pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Ia menambahkan, pihaknya telah mendata sejumlah distributor, subdistributor, hingga toko yang menjual vape dan pod di Kalimantan Timur. Para pemilik usaha tersebut nantinya akan diberikan pemahaman mengenai bahaya etomidate serta diminta ikut mencegah peredarannya.
Romy pun mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mempertimbangkan keuntungan dari penjualan liquid yang mengandung etomidate. Mengingat harganya yang tergolong tinggi hingga mencapai jutaan rupiah.
"Satu etomidate harganya bisa Rp4 sampai 6 juta. Pasti mereka akan berpikir nanti seribu kali karena kita sudah ada beberapa contoh kasus yang kita ungkap dan kita tangkap," ucapnya.
Adapun dari beberapa pengungkapan kasus, Polda Kalimantan Timur menemukan etomidate yang beredar di Kaltim rupanya didatangkan dari luar daerah, yakni Jakarta dan Sumatera Utara.
Untuk mempersempit jalur masuk tersebut, Ditresnarkoba Polda Kaltim bekerja sama dengan Bea Cukai untuk mengawasi peredaran barang masuk. Di samping itu, pengawasan juga dilakukan terhadap perusahaan jasa pengiriman yang diduga digunakan untuk mengirim etomidate ke Kalimantan Timur.
"Kebanyakan modus pengiriman ini lewat JNE, J&T, ataupun TIKI. Kemarin kita sudah membuat undangan kepada JNE, J&T, dan juga TIKI," kata Romy.
Tak hanya mengawasi jalur distribusi. Polisi juga menyasar tempat hiburan malam di Samarinda dan Balikpapan. Sejak Januari 2026, Polda Kaltim telah mengumpulkan pemilik maupun perwakilan tempat hiburan malam untuk diberikan edukasi terkait peredaran etomidate.
Di sisi lain, pihaknya mulai memperkuat pencegahan di kalangan kelompok usia muda. Romy menuturkan, edukasi mengenai bahaya etomidate telah dilakukan selama dua bulan terakhir dengan menyambangi SMP dan SMA.
"Edukasi akan dilanjutkan ke perguruan tinggi di Samarinda dan Balikpapan, karena nyaris semua pengungkapan kita terkait etomidate itu kebanyakan dipakai oleh kaum muda atau generasi muda," ujar Romy.
Sementara itu, terkait kemungkinan pelarangan vape, Polda Kalimantan Timur hingga kini masih melakukan kajian. Polisi juga berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan mengikuti pembahasan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di tingkat pusat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....