Kasus Penembakan Sempaja, Polisi Buru Fakta Baru
- 20 Jun 2026 21:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Suasana tenang di kawasan Jalan Karya Baru, RT 09, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara mendadak berubah mencekam ketika suara letusan senapan angin memecah keheningan pada Sabtu 13 Juni 2026 lalu. Seorang pria bernama Rusli (47) menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri, LM (46).
Peristiwa tersebut kini masih menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Meski LM diduga sebagai pelaku utama dalam insiden berdarah itu, polisi belum menetapkannya sebagai tersangka karena kondisinya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya setelah kejadian.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif yang melatarbelakangi aksi penembakan tersebut. Proses hukum juga masih menunggu kondisi kesehatan korban maupun terduga pelaku.
Menurut informasi yang dihimpun penyidik, LM bukan sosok baru dalam catatan kriminal. Ia diketahui merupakan seorang residivis yang telah beberapa kali berhadapan dengan hukum. Riwayat pidananya didominasi kasus penganiayaan dan pengrusakan.
“Berdasarkan informasi yang kami miliki, LM merupakan seorang residivis. Yang bersangkutan tercatat telah beberapa kali menjalani hukuman pidana, kurang lebih empat kali, dengan kasus yang didominasi tindak pidana pengrusakan dan penganiayaan,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, Rusli mengalami luka tembak pada paha kiri. Proyektil dari senapan angin yang digunakan dalam aksi itu masih bersarang di tubuh korban sehingga harus mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit.
“Korban terkena tembakan di paha sebelah kiri dan proyektil masih bersarang di dalam tubuh korban. Saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit,” katanya. Sabtu 20 Juni 2026.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga penembakan dipicu oleh persoalan lama yang belum terselesaikan. Perselisihan diduga berkaitan dengan pengelolaan lahan parkir pada salah satu usaha kuliner di Jalan KH Wahid Hasyim. Sebelum menjalani hukuman penjara sekitar satu tahun lalu, pengelolaan parkir tersebut berada di bawah kendali LM. Namun selama ia menjalani masa hukuman, pengelolaan parkir beralih kepada korban.
Setelah LM bebas dari penjara, muncul dugaan perselisihan mengenai pembagian hasil parkir yang kemudian berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Ketegangan yang semula berupa cekcok akhirnya diduga memuncak hingga berujung aksi penembakan.
“Motifnya diduga karena dendam lama. Setelah pelaku bebas, diduga muncul perselisihan terkait pembagian hasil parkir yang kemudian berujung cekcok,” ujarnya.
Polisi juga menduga LM berada dalam pengaruh minuman keras saat melakukan aksinya. Setelah melepaskan satu kali tembakan ke arah korban, ia sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun upayanya kabur tidak berlangsung lama karena warga sekitar melakukan pengejaran hingga sekitar 500 meter dari tempat kejadian perkara.
Saat berhasil diamankan warga, kondisi LM sudah mengalami luka serius. Ia mengalami cedera pada bagian kepala, dugaan patah tulang di lengan kiri dan kaki kanan, serta luka pada bagian rusuk. Luka-luka tersebut diduga terjadi akibat amukan massa yang geram atas tindakan penembakan yang dilakukannya.
Hingga kini, penyidik belum dapat meminta keterangan resmi dari LM maupun korban secara lengkap. Polisi masih menunggu kondisi kesehatan keduanya membaik sebelum melakukan pemeriksaan mendalam dan menentukan langkah hukum berikutnya.
Selain itu, aparat kepolisian juga masih memburu dua pria yang diduga berada bersama LM saat kejadian berlangsung. Keberadaan keduanya diketahui berdasarkan keterangan sejumlah saksi warga serta rekaman CCTV yang berhasil diamankan penyidik di sekitar lokasi.
“Penyidik masih menunggu kondisi kesehatan korban dan terduga pelaku membaik. Setelah keduanya memungkinkan untuk dimintai keterangan secara lengkap, kami akan menentukan langkah hukum selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang diperoleh,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....