Dapur Gemayu Sukses Kembangkan UMKM Kacang Mente
- 20 Mei 2026 12:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Semangat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus berkembang menjadi perhatian dalam Program UMKM Bicara RRI Samarinda, Senin, 18 Mei 2026. Salah satu kisah inspiratif datang dari Nanik Ikhtiyarini, pemilik usaha Dapur Gemayu yang berhasil mengembangkan produk olahan kacang mente menjadi camilan favorit masyarakat.
Dalam dialog tersebut, perempuan yang akrab disapa Ibu Nani Gemayu itu menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari nol. Berstatus sebagai single parent dengan tiga anak, dirinya terdorong untuk mencari peluang usaha yang dapat menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.
Awalnya, Nanik memproduksi kue kering yang ramai peminat saat bulan Ramadan dan Idulfitri. Namun, ia mulai memikirkan produk lain yang tetap memiliki pasar di luar momentum hari besar keagamaan. Dari situlah muncul ide untuk mengembangkan olahan kacang mente.
“Kalau kue kering kan biasanya ramai saat Ramadan dan Lebaran. Saya berpikir harus ada produk yang tetap bisa dijual setiap hari, akhirnya memilih kacang mente karena peluangnya masih bagus,” ujar Nanik saat berbincang di Pro 1 RRI Samarinda.
Meski terlihat sederhana, perjalanan membangun usaha kacang mente tidak berjalan mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi Nanik pada awal usaha adalah mencari bahan baku berkualitas dengan harga yang terjangkau. Menurutnya, kualitas kacang mente sangat menentukan rasa produk akhir yang dijual ke konsumen.
Nanik mengaku seluruh proses pengembangan resep dilakukan secara otodidak. Ia belajar melalui berbagai percobaan hingga menemukan cita rasa yang sesuai. Bahkan, sang anak ikut membantu memberikan penilaian rasa terhadap produk yang dibuat sebelum dipasarkan.
Usaha kacang mente Dapur Gemayu mulai berjalan sejak tahun 2023. Produksi awal hanya menggunakan dua kilogram kacang mente, namun kini usaha tersebut berkembang secara berkelanjutan. Produk yang dijual hadir dalam berbagai kemasan, mulai dari ukuran kecil hingga kemasan setengah kilogram.
Selain menjual secara langsung, pemasaran produk juga dilakukan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga platform belanja daring. Menurut Nanik, penjualan online justru menjadi salah satu penopang utama usahanya karena pesanan hampir datang setiap hari melalui status WhatsApp maupun media sosial lainnya.
“Sekarang penjualan lebih banyak dari online. Kadang pembeli pesan lewat WhatsApp atau Instagram, lalu dikirim menggunakan kurir. Alhamdulillah hampir setiap hari ada saja pesanan,” katanya.
Untuk memperkuat daya saing produk, Nanik juga memperhatikan kualitas kemasan. Ia mengaku mendapatkan banyak informasi dan dukungan dari komunitas UMKM serta program pembinaan BUMN yang membantunya memperoleh kemasan produk dengan harga terjangkau. Menurutnya, tampilan kemasan menjadi faktor penting agar produk lebih menarik di mata konsumen.
Tidak hanya fokus pada kacang mente, Dapur Gemayu juga mengembangkan produk lain seperti kue kering dan jamu kunyit asam berbahan gula aren asli dari Sulawesi. Seluruh produk dibuat dengan konsep makanan yang lebih sehat dan berkualitas agar mampu bersaing di pasar UMKM lokal.
Melalui usaha yang dirintis secara mandiri tersebut, Nanik berharap produk UMKM lokal semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Ia juga mengajak pelaku UMKM lain untuk terus belajar, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi digital agar usaha yang dijalankan dapat terus berkembang dan naik kelas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....